9 Faktor Penyebab Kemandulan Pada Pria, Dan Alternatif Pengobatannya

Tidak ada yang lebih membahagiakan dari suatu pernikahan selain ketika mereka dikaruniai momongan. Meski awalnya berniat untuk menunda program kehamilan demi menikmati waktu berdua. Pemikiran tersebut akan hilang juga seiring berjalannya waktu. Namun sayangnya, tidak semua pasutri meraih kehamilan dengan mudah dan sesuai kehendak mereka.

Bukankah kita menyadarinya? banyak kasus kemandulan yang membuat istri tak mampu melahirkan seorang anak, entah disebabkan oleh penyakit atau sebab-sebab tertentu seperti, KB yang tidak cocok, tehnik bercinta yang tidak profesional dan sebagainya.

Mengapa kemandulan hanya di sudutkan pada pihak wanita saja?

Karena wanita yang bertanggung jawab atas proses kehamilan, bukan berarti menjadi alasan jika penyebab kemandulan itu bisa terjadi pada kaum wanita saja. Banyak loh, istri-istri yang tak berdosa di ceraikan dengan alasan ”tidak bisa hamil’

Padahal, perlu kita sadari jika pria pun memiliki memiliki resiko kemandulan yang sama dengan wanita. Hanya bedanya pria tidak bisa hamil (mengandung janin). Apakah posisi pria juga penting dalam proses kehamilan? jelas penting. Tanpa adanya sel sperma pria, maka sel telur tidak bisa dibuahi

Penyebab kemandulan pada pria menurut medis

Pemeriksaan kesuburan bagi pria sama pentingnya dengan pemeriksaan kesuburan wanita.

Meski sebagian besar pria merasa enggan untuk memeriksakan diri, namun nyatanya pemeriksaan ini penting dilakukan agar ketahuan siapa pokok permasalahannya.

Dari si istri, si suami atau keduaya.Menurut medis, penyebab Infertilitas Pria yakni, gangguan hormonal, fisik, serta psikologis.

Gangguan Hormon

kurangnya produksi hormon Hipotiroid yang rendah dapat menurunkan kualitas air mani, fungsi testis, dan mengganggu libido. Rendahnya produksi hormon follicle stimulating hormone (FHS) dan lutenizing hormone (LH) dari kelenjar pituitari. Hal itu menyebabkan terganggunya perkembangan sperma, menurunnya tingkat sel dalam testis, juga rendah hormon jenis lainnya seperti hormon tiroid Hipogonadotropik    hipopituitarisme, Hiperplasia adrenal kongenital dan  Panhipopituitarisme.

Gangguan fisik

Ketidaksuburan pria juga bisa disebabkan oleh beragam masalah fisik, mulai dari gangguan proses produksi sperma atau terhambatnya perjalanan sperma dari testis menuju ujung penis. Dapat ditandai dengan rendahnya jumlah sperma atau bentuk dan ukuran sperma yang tidak normal. Gangguan fisik yang biasa menyerang pria mandul yakni varikokel, kelainan saluran sperma, torsio testis, infeksi dan penyakit, penyakit genetik dan ejakulasi retrograde.

Gangguan fisik dan psikolog

Tidak bisa dipungkiri lagi jika masalah seksual pada pria juga bisa dipengaruhi oleh fisik dan psikologisnya. Konsisi fisik dan psikolog yang terganggu ini dapat menyebabkan beberapa masalah/gangguan seperti impotensi, ejakulasi dini dan inkompetensi ejakulasi.

Program kehamilan secara alami dan cepat

Tips bercinta agar cepat hamil, menurut rekomendasi dokter

Faktor penyebab kemandulan yang tidak disadari

Mungkin anda termasuk kedalam jajaran pria tangguh yang jauh dari penyakit, memiliki kekebalan tubuh yang kuat, tidak memiliki penyakit bawaan atau masalah lainnya. Tapi mengapa anda dinyatakan mandul oleh dokter?Coba pehatikan pola hidup anda. Apakah anda sudah melakukan cara hidup yang benar dan layak? Jika tidak, berarti inilah masalahnya!

  • Anda seorang perokok?
  • Anda sering minum minuman keras?
  • Anda sering mengkonsumsi obat-obatan?
  • Apakah sering mengkonsumsi makanan tidak sehat?
  • Apakah anda melewatkan pola makan yang benar dan bergizi?
  • Apakah anda sering berolahraga secara berlebihan?
  • Sering terkena paparan zat berbahaya seperti pertisida, merkuri, logam berat, benzena, dan borium?
  • Sering mengalami stres?
  • Sering menggunakan celana dalam yang terlalu ketat?

Tahukan kamu? jika 9 kebiasaan diatas merupakan faktor penyebab kemandulan yang mungkin tidak anda sadari. Jika anda sering melakukan 3-5 kebiasaan diatas secara rutin, maka sudah pasti itulah penyebabnya. Bagaimana cara mengatasinya? Dengan mengganti kebiasaan buruk tersebut dengan kegiatan yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *