Apakah fobia bisa di sembuhkan?

Bahagia, cemas, takut, sedih, senang, merupakan bumbu tersendiri yang mewarnai kehidupan. Dalam sejarah kehidupan kamu pernah merasakan setidaknya satu kali momen bahagia yang paling beda dan berkesan, dan itu biasanya akan selalu dikenang dan sulit dilupakan.Sesering apapun kamu merasakan bahagia, yang jelas ada satu saja momen yang paling berbeda diantara kebahagiaan-kebahagianmu yang lainnya. Benar? Selain bahagia, kamu juga akan mengalami setidaknya satu kali kenangan buruk selama kamu hidup hingga sekarang, entah itu kejadian memalukan atau peristiwa yang membuat kamu histeris ketakutan.

Setiap kenangan akan selalu membekas, entah itu kenangan indah ataupun kenangan buruk. Yang menjadi perbedaannya adalah respon yang akan kamu rasakan. Misal, ketika mengenang kejadian yang membahagiakan kamu akan merasa senang, tersenyum, ketika diingatkan kembali kepada peristiwa tersebut kamu akan bahagia dan semakin ingin menceritakannya.Berbeda ketika kamu mengenang peristiwa buruk dalam sejarah kehidupanmu di belakang, responnya akan sebaliknya (negatif). Bahkan untuk suatu peristiwa yang parah banyak dari mereka yang mengalami rasa takut yang berkepanjangan atau yang bisa kita sebut dengan Fobia.

Apa itu Fobia?

Fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu. Berbeda dengan ketakutan pada umumnya, bagi mereka yang memiliki fobia mereka akan mengalami serangkaian gejala yang cukup menyiksa seperti depresi, kecemasan, serta kepanikan yang parah.

Apakah fobia merupakan penyakit bawaan?

Fobia bisa saja berasal dari faktor bawan (keturunan) namun tidak sedikit pula yang mengalami phobia karena kasus yang dibuatnya sendiri. bahkan saat ini bisa saja kamu mengalami phobia dari hal-hal tertentu. Misalnya, ketika kamu tenggelam di kolam atau laut hingga tidak sadarkan diri atau bahkan koma beberapa hari. Nah bisa saja kejadian ini akan membuat kamu enggan untuk kembali berenang karena ketakutan atau teringat peristiwa tersebut.

Fobia terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan tingkat ketakutannya atau tingkat peristiwa yang dialami. Fobia yang pertama adalah fobia spesifik. Fobia spesifik biasanya mulai berkembang sejak masa kanak-kanak atau remaja. Contoh-contoh fobia spesifik adalah fobia terhadap lingkungan (kedalaman air atau ketinggian), fobia terhadap hewan (ular, ulat, atau laba-laba), fobia terhadap situasi (berkunjung ke dokter), fobia seksualitas (takut tertular penyakit seksual), dan fobia secara fisik (takut jarum suntik atau darah).

Fobia jenis kedua yakni Fobia sosial, yakni ketakutan seseorang pada keadaan, situasi atau kondisi sosial seperti, phobia menjadi terkenal, fobia berada di tempat ramai. Sedangkan jenis fobia yang terakhir yakni fobia kompleks (rumit) yakni rasa takut berlebihan terhadap tempat atau situasi yang ramai atau terbuka seperti pasar, naik kendaraan umum dan ketakutan aneh lainnya.

Apakah Fobia bisa disembuhkan?

Kelainan fobia memang bukan lagi suatu yang aneh kita bagi kita. Bisa kita sadari, betapa banyak orang-orang dengan fobia yang sekarang ini tengah mencari cara pengobatan untuk menyembuhkannya, Namun hal ini sepertinya cukup sulit, seseorang yang memiliki fobia tidak akan merasakan ketenangan dalam hidupnya, mereka akan terus bergelut dengan rasa takut itu dan ini tidak mudah hilang begitu saja.

Kasus fobia memang bukan tergolong penyakit mematikan, namun jika fobia yang dialami terus berkelanjutan nantinya akan menyulitkan rutinitas sehari-hari juga, bahkan dapat menganggu kehidupan sosial termasuk karir. Bahkan banyak diantaranya membawa fobia hingga tua. Sangat disayangkan bukan?

Meski kecil kemungkinan, bukan menjadi alasana bagimu untuk menyerah melakukan pengobatan. Kesembuhan fobia bukan sesuatu yang mustahil, jadi kemungkinan untuk sembuh bisa saja terjadi. Fobia bisa saja disembuhkan melalui beberapa pengobatan salah satunya yakni dengan melakukan teraphy khusus.

Jenis terapi yang umum untuk menangani kasus fobia adalah terapi perilaku kognitif yang dikombinasikan dengan terapi pemaparan atau desensitisasi. Dalam terapi kombinasi ini rasa takut pasien terhadap suatu objek atau situasi akan dikurangi secara perlahan-lahan dengan cara meningkatkan frekuensi paparan terhadap objek atau situasi tersebut secara bertahap.

Misanya : Seseorang yang memiliki fobia terhadap kucing. Langkah pertama suruh pasien untuk membaca materi seputar kucing termasuk menunjukan gambar-gambarnya. Jangan beri gambar kucing yang garang, tapi beri gambar yang lucu agar pasien tidak ketakutan. Jika pada level ini pasien merasa baik-baik saja, maka langkah selanjutnya menaikan level lebih tinggi lagi yakni dengan mengajak pasien menemui kucing sungguhan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *