Awasi sejak dini, 5 tanda anak yang memiliki gangguan mental

Memiliki keturunan atau anak merupakan tujuan utama dari sebuah pernikahan. Setelah dikaruniai anak, kewajiban orangtua tidak berhenti sampai memproduksi saja. Setelah anak lahir orangtua wajib memberikan perawatan dan fasilitas yang memadai untuk kelangsungan hidup anak.

Sayangnya ini tidak mudah, membesarkan anak tidak hanya sekedar memberi fasilitas saja melainkan kesehatan yang menjadi faktor utama yang wajib diperhatikan orangtua. Mengandung hingga melahirkan merupakan siklus yang paling menentukan anak tersebut akan terlahir sebagai bayi yang sehat atau tidak.

Mengapa demikian?Saat ibu mengandung asupan makanan yang dikonsumsinya sehari-hari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin, tidak sedikit makanan yang dilarang konsumsi oleh ibu saat kehamilan, jika makanan tersebut masih saja dikonsumsi maka kemungkinan buruk bisa saja terjadi.

Selain makanan, kegiatan yang dilakukan ibu semasa hamil pun memiliki resiko yang sama besar terhadap perkembangan calon anak. Inilah yang menentukan anak akan lahir normal atau tidak. Seperti apa anak yang lahir tidak normal? anggota tubuhnya tidak lengkap, mengidap penyakit bawaan sejak lahir,memiliki gangguan mental dan psikologis.

Cacad anggota badan bayi (misal tidak memiliki jari)akan terlihat pada saat kelahiran, berbeda dengan gangguan mental, kelainan ini tidak nampak saat itu juga melainkan seiring berjalannya pertumbuhan anak. Salahnya, banyak orangtua yang membiarkan anaknya begitu saja dengan seorang pengasuh tanpa memberi perhatian lebih, akibatnya orangtua tidak menyadari adanya perubahan tingkah laku yang terjadi pada anak.

Jika ketidakperdulian ini terus saja berlanjut maka kemungkinan anak memiliki gangguan mental yang serius akibat tidak adanya tindak lanjut yang dilakukan orangtua. Padahal jika saja orangtua lebih peka terhadap perkembangan anaknya, maka mungkin saja gangguan yang lebih serius tidak akan terjadi.

Seperti apa gejala gangguan mental yang dialami anak?

Sering cemas

Rasa cemas biasanya menyerang ketika kita mendapatkan berita buruk, mendapatkan tugas yang tidak bisa diselesaikan atau mendapat sebuah ancaman yang seketika membuat kondisi hati tidak normal. Begitupun pada anak, mereka pun akan merasakan cemas ketika berada dalam kondisi yang menyulitkan seperti merasa terkekang, melakukan kesalahan kecil yang membuat mereka takut dimarahi, selalu dibebani berita-berita buruk dan lainnya.

Namun apa yang terjadi jika anak tiba-tiba cemas tanpa alasan yang jelas? biasanya rasa cemas yang tidak beralasan ini berlangsung hingga periode yang lama sehingga menganggu pola tidur malam, tidak sewajarnya anak kecil mengalami siklus ini mengingat umurnya yang masih rentan, hal ini merupakan ketidaknormalan yang harus ditindaklanjuti.

Menunjukan prilaku yang aneh

Anak yang memiliki gangguan mental biasanya akan menunjukan tingkah laku yang aneh seperti mengatakan sesuatu yang tidak jelas, ikut berkomentar diluar topik pembicaraan (tidak nyambung), jika sekali dua kali hal ini masih dikatakan wajar, karena mungkin saja anak sedang tidak fokus, tetapi jika sikap ini terus berlanjut dengan waktu yang lama terlebih diiringi sikap yang berubah-ubah misalnya kadang senang, kadang bahagia, kadang tiba-tiba menangis, maka orangtua harus segera mengatasinya dan berkonsultasi kepada dokter.

Misterius

Pada orang-orang dewasa mungkin sikap misterius ini wajar bila terjadi mengingat usia dewasa merupakan usia yang rentan galau, rentan stress, jadi hal-hal yang berbaur misterius seperti menyendiri, tidak terbuka terhadap orang sekitar dan menyimpan rahasia merupakan suatu sikap yang tidak dipermasalahkan terkecuali jika taraf galau yang dialami sudah sangat berlebihan. Bayangkan, apa respon anda jika kemisteriusan seperti itu terjadi pada anak? bukannya terlihat seperti menyimpang? anak kecil memiliki pemikiran yang masih polos, jadi kelakuan seperti ini sangat tidak wajar terjadi.

Menyakiti oranglain

Anak yang memiliki gangguan mental juga biasanya menyakiti oranglain dan menganggapnya sebuah kepuasan tersendiri meskipun cara menyakiti mereka terbilang sepele seperti mencubit atau memukul anggota badan, memang hal ini wajar terjadi,

tetapi jangan katakan wajar jika cara anak menyakiti oranglain lebih ektrim lagi seperti menodongkan benda tajam dan mengancam akan membunuhnya. Satu atau dua kali mungkin hal ini masih dikatakan bercandaan anak kecil, tetapi jika hal ini terus terjadi berulangkali maka segera lakukan penanganan medis.

Menyakiti diri sendiri

Selain menyakiti oranglain, anak yang memiliki gangguan mental biasanya akan menyakiti dirinya sendiri dengan cara mencakar atau memukul anggota badannya, jangan abaikan gejala ini dan pantau terus prilaku anak, jika anak terus-menerus menyakiti dirinya bahkan melakukan hal yang ektrim lagi seperti membakar diri maka sudah dipastikan anak tersebut memiliki gangguan mental yang sangat serius.

Bagaimana cara mengatasinya?

Brain Care Capsule, Penting untuk Menyehatkan Jaringan Otak

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *