Bagaimana cara virus HIV masuk ke dalam tubuh?

HIV AIDS adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus HIV dengan tujuan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan mengacaukannya hingga tidak dapat berfungsi secara normal. Siapa yang tidak mengenal penyakit mematikan satu ini? Penyakit ini cukup fenomenal dan banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas, melihat prihatinnya gejala AIDS yang semakin memburuk. Termasuk di indonesia, negara tercinta ini pun memiliki riwayat penderita AIDS yang cukup luas. Bahkan angka penderita setiap tahunnya terus bertambah hingga tidak terbilangĀ  dari tahun ke tahun.

Mengapa bisa terjadi demikian?

Mengingat banyaknya kasus prostitusi di indonesia yang memperjual belikan wanita remaja hingga dewasa, kegiatan seksual yang tidak sehat seperti homoseks (pecinta sesama jenis) yang sedang menjadi perbincangan akhir-akhir ini, maraknya penggunaan narkoba, dan berbagai jenis obat terlarang. Ditambah lagi pencabulan anak di bawah umur, pemerkosaan, penggunaan zat terlarang, dan banyak sekali kasus lainnya yang memungkinkan orang-orang dalam deretan kasus tersebut memiliki peluang tinggi untuk terkena HIV AIDS.

Penularan HIV AIDS bisa menyebar melalui cairan sperma, jarum suntik yang terkontaminasi, darah, dan air susu ibu. Seperti yang telah anda lihat bahwa salah satu cara penularan cenderung mengarah ke bagian kegiatan yang berbau seksual. Maka tidak heran jika para PSK banyak yang terjangkit virus ini saat dia berhubungan intim dengan seseorang yang mengidap HIV AIDS, begitupun sebaliknya orang yang menggunakan pelayanan PSK memiliki resiko yang sama pula. I

Intinya siapapun yang telah mengidap virus HIV ketika dia berhubungan intim dengan seseorang yang normal makan orang normal tersebut terdeteksi virus HIV. Itulah mengapa banyak berita miring dan tanggapan yang negatif terhadap para pengidap HIV AIDS. Kebanyakan orang berfikir bahwa satu-satunya cara penularan yaitu melalui hubungan intim yang tidak sehat (bergonta ganti pasangan) Nah, pemikiran tersebut menyebar ke masyarakat luas dan sirinci menjadi pemikiran bahwa ”orang yang mengidap penyakit HIV AIDS adalah penggila seks”.

Obat ajaib untuk HIV >> LIHAT SEKARANG

Pemikiran masyarakat memang sulit diubah, namun perlu anda ketahui bahwa tidak semua penderita HIV AIDS adalah pecinta seksual, pengguna narkoba atau alat suntik, sebagian lagi malah ada yang tiba-tiba terdeteksi HIV tanpa penyebab tersebut. Perlu kita ketahui satu hal bahwa penularan penyakit HIV AIDS tidak semena merta disebabkan oleh kegiatan tidak sehat dan berbau seks.

Penyakit ini bahkan bisa tertular oleh hal yang terbilang sepele seperti ketika tubuh anda tidak sengaja terkontaminasi dengan darah penderita HIV. Misalnya saat anda menggunakan alat cukur bekas pengidap HIV.Jika si penderita meninggalkan bercak darah walaupun terbilang sedikit tetapi jika darah ini bisa masuk ke dalam tubuh lewat luka yang terbuka maka anda secara tidak sadar telah terjangkit virus HIV dan siap-siap menerima berbagai gejala yang akan terasa sekitar beberapa tahun kemudian.Jadi virus HIV bisa masuk melalui cairan darah terlepas apapun masalah yang terjadi.

Bagimana cara virus HIV masuk ke dalam tubuh?

Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa virus ini hanya bisa masuk melalui darah, cairan sperma, jarum suntik dan air susu ibu. Selain keempat komponen ini virus HIV tidak akan menular apalagi dengan berbagai mitos seperti berjabat tangan, bergantian anduk atau makan bersama, itu semua hanyalah mitos yang tidak didasari pengetahuan yang jelas.

Virus HIV masuk ke dalam tubuh dah melepaskan RNA yang diubah menjadi DNA. Kemudian enzim menyambungan DNA virus kedalam kromosom lalu menginfeksi organ di dalam tubuh dan siap berkembang biak secara luas dengan tujuan merusak organ dalam tubuh. Namun, proses tersebut sama sekali tidak memiliki gejala pada awal, bahkan gejala akan terlihat 5-10 tahun ketika si pasien dinyatakan HIV positif.

Namun selang waktu 5-10 tahun itu orang yang telah terinfeksi bisa menularkannya kepada orang lain, itulah mengapa virus HIV dengan mudahnya menyebar, hal ini disebabkan ketidaktahuannya seseorang terhadap gejala awal yang merupakan tanda bahwa tubuh terjangkit virus HIV. Lamanya proses penyebaran virus hingga menimbulkan gejala yang signifikan memberi kesulitan tubuh untuk menangani virus yang sudah menyebar.

Sehingga tidak mampu diatasi dengan antibiotik saja. Hingga saat ini medis belum bisa menemukan obat yang mampu menyembuhkan virus HIV secara total, yang tersedia hanyalah obat penawarnya saja itujuga harus dengan aturan makan dokter. Virus HIV sedikit berbeda dari virus lainnya, jika virus lain bekerja cepat dan menimbulkan gejala yang signifikan dengan rentan waktu yang sangat cepat. lain lagi dengan virus HIV, virus ini memiliki rentan waktu yang terbilang sangat lama untukĀ  menimbulkan gejala yang bagi tubuh.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *