Depresi akut pada anak, penyebab dan cara mengatasi

Tidak sedikit anak kecil yang harus menyaksikan pilu dunia di depan matanya sendiri, seperti fenomena perceraian, kekerasan rumah tangga, kekerasan seksual dan berbagai kasus mengerikan lainnya. Ketika mereka seharusnya berada diantara orangtuanya, mendapatkan perawatan sebaik mungkin, bermain dengan kawan sebayanya, piknik dan kegiatan romantis lainnya. Kenyataanya mereka hanya bisa diam sambil meratapi fenomena buruk yang menimpanya dulu.

Ini fakta dan terbukti sering terjadi, bisa kita lihat sendiri pemberitaan di media, setiap harinya berapa banyak kasus anak dibawah umur yang mengalami kejadian memilukan seperti itu? berapa lama mereka harus berhenti menangis dan meratapinya? belum lagi trauma yang sulit hilang, memori mereka akan selalu terjaga mungkin tahunan bahkan seumur hidup.

Anak-anak masih labil, pola fikirnya masih belum matang, ketika mengalami serangakain kejadian yang tidak sehat atau mengganggu kejiwaan, anak-anak biasanya tidak merespon apapun dan cenderung diam dan merenung, kadang mereka menangis. Hal ini lebih parah dibanding kasus yang menimpa orang dewasa, anak kecil tidak memiliki pola fikir yang panjang layaknya orang dewasa, ketika orang dewasa bisa mengatasinya dengan tekad diri sendiri, anak-anak belum tentu bisa. Lalu bagaimana solusinya?

Seperti apa ciri anak yang mengalami depresi?

Depresi pada anak tidak hanya diakibatkan oleh kejadian ektrim seperti kasus pemerkosaan atau penculikan saja, bisa saja depresi yang dialami anak berasal dariFaktor genetik, kurangnya perhatian orang tua, pergaulan di luar, sering di buly, pilih kasih orang tua bahkan tugas sekolah juga bisa menyebabkan depresi pada anak.

Secara intinya penyebab depresi anak bisa datang dari mana saja termasuk pendidikan orang tua yang salah Depresi pada anak, kesalahan cara mendidik yang seperti ini! . Dengan begitu, wajib bagi orangtua untuk terus memantau perkembangan anak, seperti apa saja kegiatannya, siapa saja teman dekatnya, apakah dia mengalami perubahan sikap atau hal-hal yang cenderung mencurigakan. Berikut ciri-ciri anak yang mengalami gangguan depresi

  • Murung
  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Sering sedih bahkan menangi
  • Kurangnya nafsu makan
  • Ungkapan ingin bunuh diri
  • Berlebihan dalam mengekpesikan diri
  • Tidak bereaksi saat dipuji
  • Sulit berinteraksi

#Baca juga : Zinc tablet children, meningkatkan IQ dan pertumbuhan anak

Bagaimana cara mengatasi anak yang depresi?

  • Luangkan waktu dengan anak. Jika senin hingga sabtu anda sibuk ngantor, tidak ada salahnya jika hari minggu nya anda ajak anak untuk pergi ke mall atau sekedar beli gorengan depan rumah. Jangan hanya tidur dan menitipkan anak ke babysiter, ini akan semakin memperburuk hubungan anak dengan anda, dan menjadi suatu pemikiran anak bahwa anda tidak menyayanginya. Inilah awal depresi yang mendalam.
  • Dukung kemauan anak. dukungan orangtua sangat bergantung sekali terhadap perkembangan anak, karena itulah ikuti apa kemauan anak, misal anak menyukai musik maka dukung dengan sekolah musik, mungkin saja ini kelebihan dia. Jangan selalu memaksa kemauan anak.
  • Cari tahu permasalahannya. jika depresi anak berasal dari faktor luar tanyakan kepada anak apa yang membuat dirinya merasa tidak nyaman atau terganggu. Ketika berbicara, beri anak pengertian dan kesempatan untuk meluapkan kegelisahannya. Lalu simpulkan penyelesaiannya bersama.
  • Buat kegiatan baru. Ajak anak dari keterpurukannya dengan melakukan berbagai kegiatan seru, misalnya camping, bermain di taman, secara rutin minimal seminggu sekali, dengan begitu anak akan menunggu libur dengan penuh semangat, kemungkinan masalahnya pun terlupakan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *