Dampak positif dan negatif masturbasi menurut dokter

Hubungan intim mampu memberikan energi positif yang membuat tubuh lebih rileks, menghilangkan stress, menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan keharmonisan keluarga, menjaga kesehatan jantung, menjaga tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko penyakit tertentu seperti maag dan kanker prostat, mengencangkan pinggul,dan masih banyak lagi. Selain memenuhi kebutuhan biologis, anda dan pasangan pun bisa mengecap banyak manis setelah berhubungan intim.

Yang menjadi mirisnya adalah, mereka yang tidak memiliki pasangan pun ikut-ikutan meramaikan kegiatan ini. Padahal, kegiatan intim hanya diberlakukan bagi mereka yang telah menikah saja, namun ini tidak menjadi kendala yang cukup besar. Adanya pacar (kekasih yang belum halal) atau para pekerja komersial, membuat mereka yang belum menikah pun merasa keinginannya mudah terpenuhi.

Selain melakukan hubungan intim dengan pasangan, banyak yang lebih senang melakukan hubungan solo

Tidak adanya pasangan bukan menjadi bumerang baginya untuk tidak ikut serta dalam kegiatan intim. Caranya? Masturbasi. Kegiatan ini sudah menjadi andalan sejak dulu bagi mereka yang tidak memiliki pasangan, yang ditinggal pasangan, atau yang berada jauh dari pasangannya.

Meski memiliki cara yang berbeda, masturbasi dianggap memiliki sensasi yang hampir sama dengan penetrasi. Buktinya, banyak yang kecanduan untuk melakukan hal ini.

Mengapa orang begitu tertarik melakukan masturbasi?

Banyak orang yang berfikir jika masturbasi merupakan kegiatan intim yang paling aman, nyaman dan menyenangkan. Tanpa melakukan penetrasi, mereka berfikir bahwa ini tidak akan berdampak apapun, peluang untuk tertular PMS, HIV atau penyakit mengerikan lainnya akan terhindar jauh. Benarkah?

Menurut medis, muncul dua pandangan yang berbeda. Ada yang mengatakan jika masturbasi itu menyehatkan, ada juga yang berpendapat lain jika masturbasi itu justru menjerumuskan diri ke dalam hal yang salah. Lalu mana yang paling benar?

Efek masturbasi dalam kesehatan menurut medis

Setiap orang memiliki rutinitas masturbasi yang berbeda-beda.Memang apa sih yang membedakannya? Usia. Penyuka masturbasi bisa datang dari usia berapa saja, dari anak sekolahan, dewasa hingga mereka yang sudah berumur tua. Bedanya? Pengendalian diri yang dimiliki.

Usia remaja masih terbilang labil, mereka masih akan melakukan kegiatan ini dengan tidak wajar, tanpa memikirkan hal lain dengan tujuan kepuasan saja. Sehingga rutinitas masturbasi yang dilakukan pun tidak sesuai jadwal yang benar. Masturbasi yang terbilang sehat yakni dilakukan 1 minggu sekali maksimal 2-3 kali saja itupun dengan waktu yang minim. Sedangkan mereka bisa melakukan kapan saja, dimana saja tanpa aturan.

Beda dengan mereka yang telah berusia dewasa, pengendalian diri masih mungkin dilakukan, dengan adanya kegiataan yang padat orang dewasa akan meminimalisir kegiatan tersebut dan hanya melakukan di senggang waktu saja. Disinilah letak perbedaannya.Mengapa pernyataan dokter tentang masturbasi berbeda-beda? Masturbasi akan berefek negatif juga positif tergantung kepada kegiatan masturbasi yang dilakukan. Namun yang harus kita perhatikan adalah, bahaya yang mungkin akan terjadi nantinya.

Efek masturbasi yang tidak sehat

  • Ejakulasi dini saat melakukan hubungan intim dengan pasangan.
  • Badan tidak sehat dan cenderung kurus
  • Munculnya rasa malu yang sangat dalam
  • Mengalami impontensi
  • Lebih senang menikmati hubungan masturbasi sendiri dibanding dengan pasangan.
  • Bagi mereka yang sering onani di usia muda, kelak ketika berumah tangga tidak memiliki kepuasan terhadap pasangan
  • Memikirkan hal yang negatif. Pemikiran ini akan terus membayang-bayangi sehingga mengacaukan konsentrasi saat belajar atau bekerja. Parahnya, lamban laun akan merusak saraf otak.

Solusi agar terhindar dari efek negatif martubasi

Disadari atau tidak, masturbasi memiliki efek candu yang sangat berbahaya dan merugikan. Para penikmat masturbasi juga nantinya lebih menyukai hubungan solo dibanding dengan pasangannya kelak. Ini merugikan? Jelas. Apa fungsinya pasangan bila kesenangan dibuat sendiri tanpa melibatkannya? Nah, solusi terbaik agar anda terhindar dari ancaman bahaya masturbasi diatas. Yakni dengan ”Menikah”

Bagaimana kalau belum siap? Maka berpuasalah. Jangan terfikir untuk memulai, karna setelah anda mencobanya, anda akan sulit mengendalikan diri untuk berhenti. Ciptakan hubungan intim dan berkualitas dengan pasanganmu sebaik mungkin. Apakah anda mantan masturbasi? sering mengalami ejakulasi dini? tidak bergairah dengan istri/suami mu? Segera lakukan pengobatan herbal ini

Pilose antler capsule, meningkatkan fungsi seksual pria maupun wanita

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *