Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag,-

Penderita maag dan obat-obatan sudah seperti satu paket yang tidak bisa di pisahkan. Penderita maag memang tidak bisa jauh-jauh dari obat, apalagi bagi mereka yang telah memasuki tahap kronis, obat-obatan harus selalu tersedia demi menjaga gejala agar tidak semakin parah. Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Salah satu obat apotik yang paling diandalkan yakni Ranitidin. Bagi penderita yang merasa cocok, ranitidin memang memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan gejala dengan cepat. Efek cepat itulah yang mampu memposisikan ranitidin sebagai obat maag yang paling diincar. Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Apa itu ranitidin?

Yakni salah satu obat maag yang termasuk dalam golongan antihistamin, atau lebih tepatnya disebut H2-antagonis. Ranitidin digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung sehingga dapat mengurangi rasa nyeri di ulu hati akibat ulkus atau tukak lambung, dan masalah asam lambung tinggi lainnya.

Ranitidin cocok dikonsumsi mereka yang memiliki riwayat tukak lambung, penyakit gastroesophageal reflux (GERD), gastrilis, perut kembung, sering bersendawa, dan beberapa gejala maag yang sering kambuh. Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Fungsi obat ranitidin :

Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

  • Mengobati ulkus lambung dan duodenum
  • Melindungi lambung dan duodenum agar tidak sampai terjadi ulkus
  • Mengobati masalah asam pada kerongkongan, Misalnya GERD
  • Mencegah tukak lambung
  • Dikonsumsi pasien sebelum operasi untuk mencegah naiknya asam lambung
  • Bagi penderita Sindrom Zollinger-Ellison (tingginya kadar hormon gastrin yang menyebabkan lambung
  • memproduksi terlalu banyak asam)
  • Mengobati bila maag kambuh. Dan berbagai gejala sejenisnya.

Apakah tidak apa-apa jika ranitidin terus dikonsumsi dalam jangka panjang?

Ranitidin memang memiliki keunggulan yang layak dibanding obat kimia lainnya, juga harganya yang ekonomis membuat penggemar ranitidin semakin banyak saja. Karena merasa cocok dan nyaman, biasanya penderita membelinya lagi di apotik dengan jumlah yang banyak untuk persediaan. Benar tidak?Persediaan obat memang tidak ada salahnya. Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Namun dengan adanya persediaan obat ini membuat peluang besar bagimu untuk terus mengkonsumsinya bahkan tanpa mengalami gejala yang parah sekalipun. Dengan berbagai alasan, untuk mencegah gejala yang akan datang misalnya. Nah, inilah yang tidak dibenarkan. Takaran yang diberikan dokter sudah diperhitungkan hingga gejala maag sembuh total. Ketika sudah sembuh, kenapa harus repot-repot mengkonsumsinya lagi? Atau bahkan membeli banyak persediaan untuk alasan sakit yang tidak jelas? Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Sakit maag anda semakin parah? Ingin menyembuhkannya secara permanen tanpa harus konsumsi obat-obatan kimia lagi?

Kini saatnya untuk hilangkan penyakit anda secara permanen dengan cara pengobatan terbaik dari kamiā†µ


Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

Namanya juga obat kimia, pasti memiliki efek samping yang cukup signifikan bagi penderitanya. Efek samping ini akan terjadi kepada mereka yang melakukan pengkonsumsian berlebihan, juga bagi mereka yang tidak cocok dengan obat ini. Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

  • Kegelisahan
  • Depresi,
  • Halusinasi
  • Reaksi alergi seperti kulit ruam, gatal atau gatal-gatal,
  • pembengkakan wajah, bibir, atau lidah
  • Gangguan pernapasan
  • Perdarahan yang tidak biasa atau memar
  • Muntah
  • Menguningnya kulit atau mata

Bila anda mengalami salah satu gejala di atas lebih baik hentikan pengkonsumsian, itu pertanda jika tubuh tidak cocok dengan obat tersebut. Juga hindari pengkonsumsian Ranitidin bagi : Efek Samping Obat Ranitidin Bagi Penderita Maag

  • Lansia
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • kanker lambung
  • penyakit ginjal
  • mengkonsumsi obat non-steroid anti inflamasi
  • Sakit paru-paru
  • Diabetes
  • Sistem kekebalan tubuh yang buruk
  • Porfiria akut (gangguan metabolisme langka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp