Hindari 5 jenis pewarna makanan yang berbahaya!

Memilih makanan bukan hanya dari rasanya saja, terkadang kita lebih tertarik dengan makanan yang menarik, enak dilihat, warnanya yang cerah dan menggiurkan membuat kita terhipnotis dan langsung membelinya.

Hal ini di manfaatkan para pedagang untuk memanipulasi dagangannya, yaitu dengan menambah pewarna yang unik dan menggiurkan. Namun perlu diketahui pewarna makanan mengandung zat berbahaya, bahkan tidak sedikit pedagang yang menggunakan pewarna pakaian untuk memberi warna pada makanannya, bayangkan betapa berbahayanya jika zat itu masuk ke dalam tubuh kita.

Pewarna pakaian memang cenderung lebih murah dan irit pemakaian, dengan setetes saja memberi pewarna makanan yang dihasilkan akan terlihat cantik dengan warna yang unik, dengan begitu keuntungan yang dihasilkan lebih banyak.


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan, bahan yang dilarang digunakan pada pangan meliputi boraks / asam borat, asam salisilat dan garamnya, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofuranazon, serta formalin.

Selain itu sebagimana keputusan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 239/Menkes/Per/V/1985 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan Sebagai Bahan berbahaya, memuat sebanyak 30 zat warna yang dilarang digunakan untuk pangan termasuk rhodamin B dan kuning metanil. Mengapa zat ini berbahaya? berikut penjelasannya

 5 jenis pewarna makanan yang berbahaya

 

Red 40

Red 40 mengandung benzine yang memiliki sifat karsinogen yang tentunya berbahaya bagi tubuh, red40 termasuk pewarna yang telah dilarang konsumsi, namun pewarna ini masih saja menggerayangi makanan. Pewarna jenis ini bisa kita temukan dalam campuran es krim, sirup, minuman ringan, permen bahkan di dalam buah asli yang telah di proses. Beberapa obat anak pun mengandung pewarna ini.

Blue 1

Ketika anda merendam celana jins biru lalu memerasnya, air bekas rendaman celana itu ikut berubah warna menjadi biru, bahkan warna biru yang berasal dari jins bisa menyebar ke pakaian lain hingga sulit dihilangkan. Pernahkah anda mengalami kejadian itu?

Hal itu terjadi karena zat pewarna yang terkandung di dalam jins tersebut menggunakan zat pewarna yang ilegal,tentunya jins yang anda beli berkualitas rendah. Coba bayangkan jika pewarna ilegal itu tercampur di dalam makanan yang anda konsumsi.

Pewarna blue-1 dapat menyebabkan kerusakan sel-sel saraf dan kanker, kerusakan kromosom. reaksi alergi dan perubahan prilaku. Jenis pewarna ini bisa anda temukan di dalam permen, produk kebersihan gigi atau makanan penutup.

Metanil Yellow

Metanil yellow berwarna kuning kecoklatan yang bisa larut di dalam air dan alkohol, pewarna ini biasa digunakan sebagai pewarna tekstil, kertas, plastik, cat dll. Bagaimana jika campuran cat masuk kedalam tubuh lewat makanan? tentunya hal ini dapat membahayakan organ di dalam tubuh kita dan menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran cerna, mual, muntah, sakit perut, diare, demam, lemah, dan hipotensi. Pewarna jenis ini ditemukan dalam kerupuk, mie, tahu dan makanan bewarna kuning lainnya.

Tartazine (yeloww-5)

Tartazine atau yellow-5 dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti alergi dan merusak sistem informasi sel juga dalam menurunkan jumlah sperma. Pewarna ini bisa ditemukan di dalam obat-obatan, vitamin, dan antasida.

Pewarna Karamel

Karamel memang terdengar lezat namun siapa sangka bahwa efek pewarnaanya bisa menimbulkan berbagai dampak buruk bagi tubuh, seperti yang telah dinyatakan oleh lefferts bahwa pewarna karamel ketika di produksi dengan amonia mengandung kontaminan yang dapat menyebabkan kanker yakni methylimidazole-2 dan 4.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *