KB sebelum hamil beresiko kemandulan, benarkah?

Indonesia sering disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan kependudukan yang sangat padat. Dan benar saja, bisa anda bayangkan dalam satu tahun peningkatan penduduk di negara tercinta ini semakin melimpah saja, maka tidak aneh bila lahan semakin kesini semakin padat dan kesulitan ruang yang luas.

Apa sih yang membuat kependudukan negara kita begitu melimpah? Tidak lain karena angka kelahiran yang selalu meningkat.Hal inilah yang membuat pemerintah mengadakan program KB pada tahun 1957 dengan tujuan meminimalisir pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.

KB berfungsi untuk mencegah kehamilan pada wanita, dengan begitu pasangan suami istri bisa melakukan hubungan intim tanpa khawatir akan mengandung (hamil). Seiring berjalannya waktu, program KB berjalan lancar bahkan menjadi sukses, namun akhir-akhir ini program KB menjadi kontroversi yang sangat hangat di perbincangkan. Mengapa demikian?

Banyak pemberitaan bahwa KB dapat menimbulkan resiko berbahaya bagi rahim terutama bagi mereka yang belum pernah hamil. Benarkah? Penundaan hamil ditujukan karena beberapa faktor salah satunya pihak wanita yang belum memenuhi batas usia yang layak, penggunaan KB pun disarankan demi keselamatan sang ibu dan anak. Mengapa wanita berusia dini dilarang hamil? hal ini karena kondisi fisiknya belum memadai untuk mengandung seorang anak, jika dipaksakan akan beresiko buruk terhadap kesehatan ibu maupun sang bayi. Seperti bayi lahir dengan keadaan cacat, prematur atau memiliki penyakit tertentu, sang ibu juga beresiko depresi yang sangat parah.

Bukan hanya itu saja, alasan seseorang menunda kehamilannya juga bisa disebabkan karena alasan pribadi seperti mengejar karir terlebih dahulu, tuntutan pekerjaan, atau beberapa alasan lainnya.

Terlepas dari banyaknya alasan, suatu saat mereka butuh sosok anak dan akan memutuskan untuk mengandung. Karena lamanya jangka KB yang dilakukan mereka kesulitan untuk mengandung dan menyimpulkan diri bahwa ini semua karena efek KB. Banyak juga yang berpendapat bahwa efek KB dapat menyebabkan keringnya rahim.

Bukan hanya satu atau dua saja rumor yang telah beredar, pemikiran masyarakat telah banyak diracuni oleh sesuatu yang belum tentu kejelasannya. Ketakutan masyarakat tentang hal ini pun mulai meluas dan sulit dihilangkan. Mungkin banyak dari mereka yang kesulitan hamil setelah menghentikan program KB, namun hal ini belum tentu diyakini bahwa penyebabnya karena KB. Bisa saja sebelum menggunakan KB pun mereka telah mengalami gangguan tertentu yang berpengaruh terhadap kualitas rahimnya. Mari kita luruskan.

#Baca juga : Tips bercinta agar cepat hamil, menurut rekomendasi dokter

Benarkah efek KB sebabkan kemandulan?

KB berfungsi untuk mengatur hormon di dalam tubuh agar mencegah terjadinya kehamilan yakni dengan cara menghambat pengeluaran sel telur dari indung telur. Jadi sama sekali tidak menyebabkan rahim kering seperti yang saat ini di perbincangkan.

Resiko kemandulan karena KB sangat kecil, sulit punya anak setelah pemakaian KB hormonal dikarenakan efek dari hormon tersebut yang dapat mengganggu kesuburan, pengembalian kesuburan pemakaian pil KB kombinasi bervariasi, antara 3-12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan. Semuanya tidak serba instan, ketika anda memutuskan melepas KB lalu berharap akan hamil pada 2 bulan berikutnya anda salah besar, setelah lama menggunakan KB, tubuh butuh penyesuaian untuk mengembalikan fungsi hormon dengan baik.

Ada juga yang berpendapat bahwa KB bisa sebabkan ”rahim kering”. Apa itu rahim kering? Entah darimana munculnya pernyataan itu, dengan mudahnya rumor ini menyebar luas ke lingkungan masyarakat dan menjadi sesuatu yang dibenarkan begitu saja. Bisa saya tegaskan bahwa istilah ”rahim kering” sama sekali tidak ada dalam istilah kedohkteran.

Adapun gangguan mestruasi yang terhenti wajar saja terjadi karena efek dari KB hormon tersebut. KB menekan hormon reproduksi wanita (estrogen dan progesteron) dan itu terjadi selama masa penggunaan saja, ketika anda menghentikannya, maka keadaan tubuh pulih kembali.

Efektivitas kontrasepsi tidak berpengaruh pada pasangan yang sudah memiliki anak atau yang belum pernah memiliki anak. Perbedaanya terletak pada pasangan yang belum punya anak sebelumnya, apakah diantara mereka ada yang memiliki gangguan reproduksi? semua ini akan terjawab ketika wanita lepas KB.

Jadi, penyebab kemandulan sama sekali tidak berpengaruh terhadap penggunaan KB. Bisa saja hal itu disebabkan oleh gangguan yang dialami pihak pria maupun wanita dan baru diketahui setelah lepas KB sehingga pemikiran KB penyebab mandul menjadi kuat. Jika pun KB berbahaya, mungkin saat ini sudah di tiadakan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *