Kebiasaan bergantian pisau cukur beresiko menularkan 3 penyakit berbahaya ini

Pisau cukur merupakan kebutuhan dasar yang wajib dimiliki para kaum pria-, meski masih banyak pria yang menyukai penampilan klasik dengan janggut dan kumis yang tebal, tetapi tidak sedikit pula pria yang lebih suka tampilan klimaks tanpa kumis dan janggut yang bergelayutan.Tetap saja pada intinya pisau cukur adalah salah satu kewajiban yang harus mereka miliki.

Bukan hanya pria saja, bahkan sekarang pisau cukur telah menjadi kebutuhan mendasar yang dimiliki wanita untuk menangani permasalahannya dalam kasus pemangkasan bulu-bulu di sekitar tubuh.

Meski terlihat sepele, pemangkasan bulu-bulu wajib dilakukan sebab bulu yang lebat bisa menjadi tempat bersarangnya kuman terlebih di daerah intim. Nah, yang perlu diperhatikan disini adalah cara penggunaan pisau cukur yang benar. Biasanya seseorang memiliki kebiasaan tertentu dalam menggunakan alat cukur salah satunya ”kebiasaan bergantian alat cukur”.

Kebiasaan ini memang sering menjadi tradisi sebuah keluarga untuk mengirit pemakaian atau anak-anak kos yang mengirit uang bulanan dari orang tuanya dengan patungan membeli satu alat cukur saja untuk dipakai bersama. Hal ini memang wajar terjadi dan syah saja, namun alangkah lebih baik jika setiap orang memiliki alat cukur masing-masing. Sebab pergantian alat cukur sangat tidak higienis dan dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan, bahkan hal ini telah dinyatakan medis bahwa pergantian alat cukur memiliki resiko penularan penyakit berbahaya. Meski belum memiliki alasan yang kuat namun banyak contoh kasus yang terjadi demikian.

Bagaimana penularan penyakit lewat sebuah pisau cukur?

Misalnya si A mengidap sebuah penyakit yang berbahaya. Seperti biasanya dia menggunakan pisau cukur untuk memangkas janggutnya, dipertengahan proses saat memangkas terjadi insiden ”berdarah” di sekitar dagu. karena panik dia segera membersihkannya dengan cepat hingga masih meninggalkan noda darah.

Selanjutnya si B menggunakan alat cukur yang sebelumnya dipakai si A. Sama seperti kasus sebelumnya si B mendapati dagunya terluka karena tergores oleh pisau cukur, maka kemungkinan darah si A yang tertinggal di sekitar pisau masuk ke dalam pori-pori kulit yang mengakibatkan si B terinfeksi.

Meskipun sering muncul alasan seperti ”mana mungkin saya menggunakan alat pisau yang ada darahnya, jelas dong saya bersihkan dulu” .

Simak dulu penjelasan berikut. Virus merupakan makhluk terkecil yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, setelah dibersihkan bisa saja virus itu masih menempel di dalam pisau cukur tanpa kita sadari. Terkecuali, jika pisau cukur itu di strerilkan terlebih dahulu dengan cara direndam di dalam air panas selama minimal 30 menit. Jadi, sudah sangat jelas bahwa alasan tersebut masih kurang kuat untuk melawan pernyataan yang telah di kemukakan dokter.

Pada intinya, jika pembersihan alat cukur di lakukan dengan tidak benar akan mengakibatkan virus tetap menempel dan bersarang di alat tersebut. Maka infeksi bisa saja terjadi.

Penyakit apa saja yang bisa ditularkan oleh pisau cukur?

  • HIV AIDS

Siapa yang tidak mengenal penyakit fenomenal ini? Penyakit HIV AIDS merupakan penyakit mematikan yang diakibatkan oleh masuknya virus HIV (Human Immunodeficiency virus) yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan merusaknya. Hingga saat ini medis belum menemukan obat HIV yang mampu menyembuhkan secara total. Lucunya, penularan penyakit mematikan ini bisa ditularkan melalui hal yang sederhana seperti. Ketika seorang penderita HIV terluka dan berdarah seseorang yang normal menolongnya, tetapi dia memiliki bekas luka yang masih terbuka, dengan begitu virus masuk ke dalam tubuh anak yang tidak berdosa ini. Bagimana dengan pisau cukur? penyakit ini bisa tertular jika pengguna sebelumnya meninggalkan setidaknya sebercak darah lalu anda sebagai pengguna kedua setelahnya memiliki bekas luka yang sama, maka dengan mudah virus masuk ke dalam tubuh.

  • Hepatitis C

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis (HCV). Hepatitis C merupakan tingkat akhir dimana penderita akan terkena infeksi menahun selama hidupnya, sama halnya dengan penyakit HIV AIDS. penyakit hepatitis pun memiliki cara penularan yang bisa saja menyerang kita tanpa kita sadari terlebih jika kita tidak menyadari orang itu mengidap penyakit yang berbahaya. Penularannya pun masih sama yakni melalui peredaran darah dan selaput lendir. Begitupula cara penularannya lewat pisau cukur masih sama seperti kasus HIV AIDS. Kedua penyakit ini memiliki beberapa kesamaan. Meskipun begitu bukan berarti kedua penyakit ini sama. Jelas, virus yang menyerangnya saja sudah berbeda.

  • Diabetes

Sama seperti keduanya, penyakit diabetes bisa ditularkan melalui darah yang tertinggal di bagian pisau cukur yang kemudian digunakan oleh oranglain. Bercak darah itu bisa masuk melalui luka yang terbuka misalnya anda mencukur pisau hingga tergores, dengan sigap virus yang terkandung di dalam bercak darah sebelumnya masuk ke dalam tubuh melalui luka itu. Untuk itu, gunakan pisau cukur pribadi, jika teman, kerabat atau oranglain meminjam alat cukur anda, usahakan untuk tidak memberikannya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin terjadi.

Apakah anda hobi memakai alat cukur bergantian? ubah kebiasaan buruk itu mulai sekarang!!!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *