Keringat berlebihan tanda penyakit mematikan, benarkah?

Setiap hari kita dituntut untuk bercengkrama dengan berbagai macam kegiatan, dari mulai pagi hingga petang bahkan malam larut. Lelah? Tentu. Tubuh akan bereaksi demikian ketika tubuh terlalu banyak melakukan kegiatan. Kenapa tubuh bisa lelah? karena tubuh memiliki jam penting untuk beristirahat, terlalu memaksakan tubuh untuk melakukan aktivitas yang berat membuat tubuh kehilangan fungsinya hingga kelelahan.

Ketika tubuh merasa lelah kita akan menerima beberapa sinyal untuk diam sejenak dari aktivitas. Seperti apa sinyal tubuh yang muncul? Keluarnya keringat, ini merupakan bentuk sederhana yang menandakan bahwa tubuh kelelahan. Rasanya kita sudah sering sekali bergelut dengan keringat. Yap air yang keluar dari tubuh biasa keluar ketika kita menjalani rutinitas sembari ditemani cuaca bumi yang panas, setelah berolahraga juga, saat berjalan jauh, dan berbagai aktivitas fisik lainnya.

Benarkah keringat keluar karena aktifitas yang melelahkan saja? Tenyata tidak, keluarnya keringat memang identik sekali dengan aktivitas yang padat dan melelahkan atau bisa juga karena faktor cuaca, namun yang sering di dapati sekarang adalah banyak juga orang yang berkeringat tanpa melakukan aktivitas apapun. Yang menjadi pertanyaannya adalah. mengapa keringat bisa muncul tanpa adanya aktivitas fisik yang melelahkan? Benarkah? apa saja?

Misal, berkeringat ketika malu, ketika, marah, ketika tidur, ketika duduk, ketika tertawa, ketika makan makanan pedas dan yang lainnya. Mengapa keringat mudah muncul? kenapa bisa muncul saat situasi seperti itu? Keringat merupakan respon normal yang membatu seseorang untuk mengatur suhu tubuh dengan cara mengeluarkan cairan mengandung garam melalui kelenjar keringat. Adapun keringat yang muncul karena alasan tersebut merupakan fenomena munculnya keringat secara berlebihan.

Mengapa keringat bisa muncul berlebihan?

Keringat muncul karena adanya tindakan mensekresi cairan dari kulit dengan kelenjar keringat. Kelenjar ini berbentuk tubular kecil yang terletak di dalam kulit bagian bawah (dalam jaringan subkutan). Keringat biasa muncul karena suhu tubuh yang panas (efek cuaca) atau dipicu karena adanya aktivitas olahraga yang melelahkan.

Adapun munculnya keringat karena alasan lain disebabkan oleh suhu tubuh yang tidak normal sehingga keluar keringat berlebihan yang secara istilah disebut dengan hiperhidrosis. Apakah Hyperhidrosis merupakan tanda dari penyakit berbahaya?

Mungkin saja, keluarnya keringat berlebih tanpa alasan yang jelas merupakan isyarat bahwa tubuh mengalami penurunan fungsi yang sangat buruk. Namun kembali lagi kepada ciri-ciri yang dialami. Bagaimana keringat yang keluar? Hyperhidrosis terbagi kedalam dua jenis yakni hyperhidrosis focal primer atau keringat di bagian tertentu, dan secondary general hyperhidrosis atau keringat berlebih di seluruh tubuh.

  • Hyperhidrosis focal primer Seseorang dengan hyperhidrosis focal primer akan mengalami keringat berlebih di bagian tertentu. Seperti pada bagian telapak tangan, telapak kaki, lipat paha, ketiak, atau hanya kepala dan wajah. Biasanya area yang terkena simetris, artinya bila telapak tangan kanan banyak berkeringat biasanya begitu juga telapak tangan kiri. Penyebab dari keringat berlebih jenis ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi sistem saraf tapi bukan suatu penyakit.
  • Secondary general hyperhidrosis Keringat berlebih jenis ini terjadi pada bagian seluruh tubuh, dan biasanya terjadi pada malam hari. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya penyakit tertentu seperti masalah tiroid, tuberkulosis, menopause, gagal jantung, stroke, kanker (limfoma dan leukimia), parkinson, diabetes, cedera tulang belakang, penyakit paru-paru, adiksi alkohol, dan kehamilan.

Pertanyaan tentang ”apakah hyperhidrosis termasuk penyakit mematikan” Jawabannya adalah Ya jika orang tersebut mengalami ciri-ciri fisik Secondary general hyperhidrosis. Namun kembali lagi kepada, seberapa tinggi tingkat keparahan penyakit yang dialami? Bukan mengacu pada keringatnya.

Keringat hanyalah isyarat yang menandakan seseorang mengidap penyakit tersebut. Mematikan tidaknya lebih mengacu pada tingkat keparahan yang dialami. Keringat berlebihan kadang-kadang dapat diobati dengan antiperspirant resep yang mengandung aluminium klorida, obat antikolinergik seperti glikopirolat ( Robinul ), atau dengan botulinum toksin ( Botox ) suntikan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *