Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Khasiat menakjubkan cabai merah, memperlambat pertumbuhan sel kanker

Apa yang biasa orang simpulkan saat mendengar ”Penyakit kanker”? Kematian. Yap, orang dengan kanker tingkat parah biasanya hanya bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang ditentukan. Dokter biasanya memprediksi berapa lama pasien bertahan. Sejenak kita mungkin berfkir, apakah kanker selalu berujung kematian? Tidak juga, beberapa diantaranya bisa lepas dari vonis kanker dengan berbagai usaha yang dilakukan. Namun meninjau lagi kepada ”seberapa parah kah tingkat kanker yang di derita”

Tingkat keparahan yang di derita sangat berpengaruh sekali terhadap peluang kesembuhan yang dimiliki pasien. Maksudnya, jika kanker yang di derita masih pada tahap-tahap awal perkembangan, kemungkinan sembuh besar saja terjadi, Namun, sebaliknya, jika taraf kanker yang di derita sudah memasuki tahap kronis, kemungkinan sembuh sangat kecil sekali. Seperti yang kita ketahui, jika sel kanker dapat tumbuh dengan cepat hingga mengegoroti tubuh tanpa di sadari. Jika sudah memasuki tahap ini, maka mau tidak mau ancaman kematian memiliki kemungkinan yang sangat besar.

Inilah yang menjadi kesalahannya, ketika mendapati tubuh telah terinfeksi sel kanker yang tidak tertolong lagi, barulah mengobatinya. Padahal, jika saja sel kanker bisa di temukan pada tahap awal, kemungkinan buruk masih bisa dihindari. Lalu bagaimana seharusnya? Kenali kondisi tubuh sendiri. Ketika mendapati gejala yang tidak wajar dan sedikit aneh, maka segeralah periksakan ke dokter. Intinya, jangan anggap remeh suatu gejala.

Apakah kanker pada tahap awal bisa sembuh total?

Pertumbuhan sel kanker memang sulit sekali diatasi, apalagi jika pertumbuhannya sudah menjalar ke seluruh tubuh. Ini tentunya menjadi tugas yang berat bagi tubuh untuk mempertahan diri. Namun, jika sel kanker terdeteksi lebih dini peluang sembuh memang besar sekali.Tapi, kasus yang sering kita dapati adalah, kanker kembali tumbuh padahal sebelumnya telah divonis sembuh.

Dinyatakan bebas dari kanker belum sepenuhnya mampu membuat penderita meyakinkan diri bahwa dirinya telah bebas dari ancaman tersebut. Sel kanker bisa datang kembali dan tumbuh tanpa disadari. Mengapa ini terjadi? karena pasien merasa yakin bahwa dirinya telah sembuh dan normal seperti yang lainnya, sehingga dengan berani kembali terjun melakukan pola hidup yang tidak benar. Penderita kanker yang baru dinyatakan sembuh masih sangat sensitif dan rentan kambuh, karenanya haruslah dilakukan perjagaan diri yang sangat ketat.

Apa ini artinya penderita kanker benar-benar tidak dapat sembuh total? kesembuhan total bergantung lagi kepada kemauan dan semangat pasien, jika pasien sabar, kuat, dan bisa mengikuti semua prosedur dengan benar maka kesembuhan bukanlah hal yang mustahil terjadi. Buktinya, banyak sekali penderita kanker yang kembali normal.

Bagaimana cara mengobati kanker pada tahap awal?

Yang paling utama adalah, mendeteksi gejala kanker sejak dini. Sebagian besar kasus kanker kronis yang ada disebabkan oleh pengabaian gejala pada tahap awal. Ketika anda mengabaikan gejala awal, inilah yang menyebabkan kanker menjalar dengan mudah dan tiba-tiba saja terdeteksi ketika sudah parah.

Lalu bagaimana sih cara meminimalisir hal ini? ketika mengalami suatu gejala yang aneh, segeralah konsultasikan kepada dokter, jangan beranggapan ini bukan apa-apa, atau ini hanya gejala biasa, jika pemikiran ini terus ditanamkan maka ancaman penyakit dengan mudah menginfeksi tubuh.

Selanjutnya, jika dokter telah mengatakan anda tervonis, misalnya. Dokter biasanya akan melakukan berbagai teknik pengobatan dari mulai obat-obatan antibiotik, kemoteraphy, radioteraphy, dan berbagai teknik lainnya sesuai taraf keparahan yang di derita. Pengobatan pasien kanker pada tahap awal tidak hanya bergantung pada pengobatan medis saja. Pengobatan kanker dengan cara lain yakni dengan menggunakan bahan alami.


Paling Ampuh Atasi Semua Jenis Kanker

Walatra Zedoril Bersih 7-Kanker


Benarkah bahan alami bisa sembuhkan kanker?

Orang-orang mungkin menyangkal. ”mana mungkin kanker bisa sembuh menggunakan bahan alami” Pertanyaan ini memang sedikit menggelitik. Perlu kita ketahui, jika obat-obatan medis yang sudah diolah itu berasal dari kandungan bahan-bahan alami.

Namun, dicampur bahan kimia sebagai penguat rangsangan agar obat bekerja lebih cepat. Tentunya, bahan alami yang dikonsumi secara langsung jelas lebih berharga dan menyembuhkan secara efektif.

Untuk sejenis penyakit berat sekalipun seperti kanker, anda bisa memanfaat kan bahan alami ini.  Penelitian lain juga menyatakan jika kanker bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi cabai merah, benarkah? Cabai yang menjadi sejata tajam penderita maag ini justru bisa menguatkan penderita kanker untuk keluar dari bebannya. Tidak percaya? Penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli menyatakannya demikian.

Para ilmuwan menyatakan jika kandungan capsaicin yang terdapat dalam cabai, dinilai dapat memperlambat bahkan menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara  dengan cara membuat sel-sel kanker merusak diri mereka sendiri, selain itu kandungan capsaicin dalam cabai dinilai efektif untuk melawan kanker lain seperti kanker usus, tulang dan pankreas.

Peneliti Dr Lea Weber, dari Ruhr University, di Bochum, mengatakan, “Kami melihat penurunan yang signifikan dalam pertumbuhan sel kanker setelah distimulasi oleh capsaicin.” Namun perlu kita klarifikasi dahulu jika pengobatan bahan alami ini hanya diperuntukan bagi penderita kanker tahap awal saja (belum kronis), dengan tujuan menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Juga dalam cara pengobatannya. Bukan berarti pasien bisa dengan bebas mengkonsumsi makanan pedas seperti ramen, bakso, atau dengan mengigit cabainya langsung. Tidak, jangan salah paham dulu. Caranya yakni memasukan kandungan capsain (kandungan pedas dalam cabe) ke dalam obat yang ditargetkan untuk melawan sel-sel kanker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp