Manfaat kacamata anti radiasi, dan efek samping yang ditimbulkan

Penggunaan kacamata bukan hanya diperuntukan bagi para penderita mata minus, silinder atau plus saja. Faktanya, banyak sekali yang menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari ancaman penyakit. Salah satunya yakni jenis kacamata anti radiasi. ”Mencegah lebih baik daripada mengobati” dengan menggunakan kacamata anti radiasi ini, pengguna bisa terhindar dari ancaman mata rabun, plus, minus atau silinder, karena mata terlindungi.

Apa itu kacamata anti radiasi?

Kacamata anti radiasi merupakan kacamata dengan lensa anti radiasi atau anti sinar ultraviolet. Lensa anti radiasi sendiri memiliki bahan dasar penyusun logam yang menghalangi radiasi dari sisi-sisi lensa. Keefektifan lensa anti radiasi sangat beragam berdasarkan kemampuan logam yang melapisinya.

Logam pelapis inilah yang mampu menahan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh sinar ultraviolet. Selain adanya logam pelapis, lensa anti radiasi juga memiliki bagian lapisan anti silau, juga lapisan anti air yang dapat merusak artikel dari lensa, sehingga fungsi kacamata anti radiasi dapat maksimal dan dapat digunakan dalam waktu yang lama.

Apakah kacamata anti radiasi bisa digunakan oleh siapa saja?

Kacamata anti radiasi bisa digunakan oleh siapa saja tanpa mengenal umur. Untuk jenis dan bentuk, biasanya di sesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Namun biasanya, pengguna kacamata ini dominan datang dari para pekerja kantoran atau yang setiap harinya harus memantau komputer melebihi batas waktu normal.

Dengan menggunakan kacamata jenis ini, efek pantulan dari cahaya monitor tidak akan menyorot ke mata. Kacamata anti radiasi akan melindungi mata sepanjang hari.

Saat anda berhadapan langsung dengan layar elektronik, layar tersebut akan memancarkan gelombang eletromagnetik atau radiasi layar yang mengandung sinar ultraviolet. Pada batasan tertentu, pancaran gelombang ini akan berdampak buruk bagi kesehatan mata anda. Selain menyebabkan mata lelah, pancaran frekuensi yang tinggi juga dapat menyebabkan penurunan  penglihatan mata.

Fungsi dari kaca mata anti radiasi adalah menghambat pancaran gelombang elektrommagnetik. Penggunaan kacamata anti radiasi saat anda melakukan aktifitas di depan layar, dapat mencegah pancaran sinar uv langsung ke mata dan tidak membuat mata mudah lelah. Selain itu, fungsi kacamata anti radiasi juga menghambat terjadinya rabun pada mata.

Apa efek samping kacamaata anti radiasi?

Saat memutuskan mengenakan kacamata anti radiasi, mungkin banyak keresahan-keresahan yang muncul. Seperti ”apakah penggunaan kacamata ini akan membuat mata saya minus” atau ”apakah ini membuat pemakainya ketergantungan” dan beberapa keresahan-keresahan lainnya.

Menurut pernyataan Dr. Dyah Novita Anggraini, hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyebutkan tentang manfaat dari kacamata anti radiasi, sehingga efek samping dari penggunaan kacamata tersebut juga belum dapat dipastikan. Saat ini visus mata Anda normal, tetap pertahankan dengan menjaga kesehatan mata.

Sedangkan menurut dr. Dahlia Khairun. Perlu Anda ketahui bahwa efek antiradiasi pada kacamata lebih ditujukan untuk menangkal efek buruk radiasi sinar UV, yaitu sinar yang dikeluarkan oleh matahari. Oleh karena itu disarankan untuk menggunakan kacamata antiradiasi saat beraktivitas di luar ruangan yang mendapat banyak paparan sinar matahari.

Sedangkan penggunaan kacamata antiradiasi untuk menangkal sinar dari komputer atau laptop sebenarnya tidak terlalu banyak gunanya karena sinar yang dikeluarkan dari komputer atau laptop merupakan suatu gelombang elektromagnetik  dan umumnya komputer sudah memiliki lapisan anti-glare sendiri yang sudah cukup untuk menangkal radiasi.

Bila anda memiliki gangguan penglihatan yang semakin memburuk, kami sarankan anda konsultasi ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan langsung dan penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan mata anda. Jelasnya.

Lalu kesimpulannya?

Selama ini penderita kacamata minus tengah berjuang mati-matian agar lepas dari kacamata. Hasilnya, minus mereka semakin bertambah bahkan lanjut ke tahap silinder. Ini benar-benar memuakan, penggunaan kacamata jangka panjang atau bahkan seumur hidup membuat ruang gerak penderita jadi tidak nyaman dan sangat mengganggu.

Lalu mengapa yang sudah sehat justru malah ingin mengenakan kacamata? medis saja dengan tegas belum menemukan manfaat dari kacamata anti radiasi itu sendiri. Jika pun alasannya untuk mencegah gangguan mata, tetap saja penggunaan kacamata anti radiasi tidak dianjurkan medis. Jika anda ingin memiliki kualitas mata yang sehat maka lakukan pola hidup sehat. Atau pun anda yang bekerja di kantoran. Bisa kok, dengan mengatur ritme kerja mata agar tidak kelelahan. Seperti yang di sarankan dokter Dahlia kairun.

Bila Anda bekerja di depan komputer dalam jangka waktu yang lama maka lakukan sistem 20-20-20, yaitu setiap 20 menit istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat ke kejauhan yang jaraknya 20 kaki (sekitar 6 meter). Atur jarak aman dari mata ke layar komputer yaitu sekitar 50-60 cm

  • Gunakan pencahayaan yang cukup pada layar komputer dan pada ruangan tempat Anda beraktivitas.
  • Gunakn komputer pada saat diperlukan saja, hindari penggunaan komputer yang berlebihan (misalnya bermain game berjam-jam)
  • Bila mata terasa lelah dapat mengompres mata dengan air hangat selama beberapa menit untuk melembabkan dan merelaksasi mata
  • Konsumsi makanan yang bergizi, terutama yang mengandung vitamin A
  • Lindungi mata dari paparan sinar matahari langsung
  • Menghindari paparan terhadap asap rokok dan polusi.
  • Gunakan kaca mata agar minus secara benar sesuai petunjuk dokter.
  • Gunakan Eye Care Softgel untuk memperbaiki sel-sel dan saraf mata Anda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *