Gejala mata minus yang dialami anak, dan cara menyembuhkan

Mata merupakan komponen utama yang harus kita jaga kesehatannya, dengan mata yang sehat kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar seperti bekerja, pergi sekolah dan rutinitas lainnya. Pentingnya menjaga kesehatan mata masih sering dianggap sepele oleh masyarakat, padahal mata merupakan organ sensitif yang dengan mudah terganggu jika kita melakukan perawatan dengan salah.

Misalnya saja ketika anda memainkan gadget sambil tiduran, main gadget di bawah lampu padam, membaca buku sambil tiduran, menatap layar komputer dengan jarak yang dekat. Memang, secara kasat mata kebiasaan seperti ini terkesan ”biasa dan tidak terlihat dapat merusak mata dengan serius” Padahal, jika kebiasaan ini terus dibiarkan mata akan mengalami gangguan serius yakni mata minus.

Apa itu mata minus?

Mata minus atau dalam bahasa kedokterannya disebut dengan istilah myopia adalah gangguan mata yang terjadi akibat kesalahan bias mata yang membuat penglihatan menjadi kesulitan melihat objek yang jauh. Wortel sering disebut-sebut sebagai komponen kesehatan mata yang paling umum diperbincangkan. Secara medis, memang terbukti kandungan vitamin di dalam wortel mampu menyehatkan mata sehingga para penderita mata minus sering mengkonsumsinya sebagai bahan pengobatan yang ajaib

Tetapi belum tentu dengan mengkonsumsi wortel setiap hari anda akan terbebas begitu saja dari ganguan minus, karena pada faktanya masih banyak orang yang memiliki gangguan mata meskipun telah mengkonsumsi wortel. Ya, karena kebiasaan itulah gangguan mata masih bisa terjadi selagi ada peluang yang memungkinkan.

Makanan bergizi harus diimbangi dengan kebiasaan yang sehat

Seseorang yang sangat berhati-hati dalam menghindari kebiasaan buruk diatas tetapi tidak menyukai sayuran seperti wortel dan seseorang yang menyukai wortel tetapi masih sering melakukan kebiasaan buruk diatas, keduanya memiliki peluang yang sama untuk terganggu kesehatan matanya. Intinya, jika kita tidak memenuhi keduanya dengan maksimal maka gangguan mata masih bisa saja terjadi.

Mata minus lebih sering menyerang pekerja kantoran atau para blogger, penulis artikel, penulis cerpen, novel yang seharian menatap komputer. Dengan menatap layar komputer melebihi batas jam normal juga jarak yang mungkin terlalu dekat memungkinkan mata terkena cahaya radiasi yang dipantulkan oleh monitor komputer. Akibatnya, mata mengalami kelelahan dan seseorang mengalami gangguan mata minus.

Namun bukan berarti pekerjaan tersebut membuat seseorang pasti memiliki mata minus. Jika iya, mungkin kantor-kantor yang berjajar di kota besar menjadi bangkrut atau menjadi setumpukan abu karena tidak ada satupun orang yang mau bekerja dengan resiko tersebut. Bahkan seorang anak yang masih duduk di bangku dasar pun memiliki resiko yang sama dengan para pekerja kantoran. Benarkah? mari simak penjelasannya.

Mengapa anak-anak bisa mengalami gangguan mata minus?

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya jika 2 faktor utama yang harus kita penuhi untuk menjaga kesehatan mata adalah ”menjaga pola makan dan merubah gaya hidup yang tidak sehat”. Jika anda melakukan keduanya atau hanya melakukan salah satu saja itu sudah menjadi komponen yang ideal untuk membuat kesehatan mata terganggu.

”Mengapa saya memiliki mata minus padahal saya telah menjaga pola makan dan kebiasaan hidup yang benar” Jawabannya adalah faktor keturunan. Coba lihat fakta yang ada jika banyak sekali anak-anak kecil yang mengalami mata minus padahal usia mereka masih dalam proses pertumbuhan yang masih dini.Keturunan adalah salah satu faktor yang tidak bisa dihindari dan tidak bisa disalahkan.

Meskipun begitu bukan berarti anda diam saja tanpa melakukan antisipasi yang lebih terhadap kesehatan mata yang dialami anak. Bukan berarti pula anda diam saja dan hanya berfikir ”ah faktor keturunan, mau bagaimana lagi”. Faktor keturunan bukan berarti permanen begitu saja dan tidak dapat diobati.

Jika kita dapat mengamatinya sejak awal, kemungkinan yang lebih buruk tidak akan terjadi seperti mata plus, minus, silinder. Anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan masih berusia dini mau tidak mau harus menggunakan kacamata sebagai alat bantu mereka untuk melihat. Sangat disayangkan bukan? Padahal jika saja kita dapat mengenali gejala sejak awal, masih ada kemungkinan anak tertolong.

Menyembuhkan mata minus anak dengan aman dan alami

Eye Care Softgel, Solusi Menjaga Kesehatan Mata

 

Bagaimana gejala awal mata minus yang menyerang anak?

  • Pusing. biasanya pusing sering diakibatkan oleh faktor kelelahan atau masuk angin, tetapi jika anak tidak mengalami keduanya tetapi sering mengeluh pusing maka segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Mata minus pun memiliki gejala awal pusing, sehingga mungkin saja anak menderita mata minus.
  • Tidak dapat melihat objek jauh dengan jelas. Saat melihat tulisan di papan tulis anak akan mengeluh tidak dapat melihat tulisan dengan jelas sehingga dia harus berjalan ke dekat papan tulis untuk melihatnya, maka segera lakukan penanganan jika terjadi demikian.
  • Mengerutkan mata. saat melihat objek yang jauh karena tidak dapat melihatnya dengan jelas anak akan mengerutkan mata agar bisa melihatnya.
  • Pandangan buram. Saat melihat objek yang jauh mata tidak dapat melihat dengan jelas dan pandangan biasanya menjadi kabur. Akhirnya anak tidak fokus. Tanya anak untuk memastikannya. Jika dia mengalami pandangan buram maka segera periksa ke dokter.
  • Keluar air mata. Saat sedang membaca dalam waktu yang lama, tiba-tiba keluar air mata. Jika hal ini sudah terjadi maka harus segera memeriksakannya ke dokter. Keluarnya air mata tanpa penyebab yang pasti merupakan tanda bahwa mata mengalami gangguan yang serius.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *