Mengapa sebelum operasi pasien diwajibkan puasa? ini alasan medisnya!

Sebagai umat muslim rasanya kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah puasa yang biasa kita laksanakan 2 hari dalam seminggu atau hari hari besar lainnya seperti saat memasuki bulan ramadhan. Nah ternyata puasa tidak hanya kita temukan di bulan tertentu saja atau di hari-hari tertentu saja, faktanya orang yang akan menjalankan operasi pun melakukan hal yang sama layaknya orang yang berpuasa yakni menahan makan dan minum sebelum operasi dimulai.

Bacalah:

Semua jenis operasi mewajibkan pasien untuk tidak makan selama kurang lebih 6 hingga 8 jam sebelum operasi. Ini bukan tanpa alasan, faktanya hal ini memang telah sesuai medis yang berlaku.Mengapa dokter mengharuskan pasien berpuasa sebelum menjalani operasi? mungkin pertanyaan ini masih terbayang-bayang bagi mereka yang kurang memahaminya.  Bagi masyarakat awam hal ini tentunya menjadi pertanyaan yang sulit dipecahkan.

Bahkan sebagian dari mereka mungkin berfikir ”kenapa tidak boleh makan dan minum, bukannya lamanya operasi itu tidak sebentar, bagaimana jika pasien malah mati saat melakukan operasi” Pernyataan ini memang masuk logika juga, tetapi perlu kita ketahui bahwa ini merupakan prosedur medis.Kita yang masih awam tentang masalah medis tinggal mengikuti aturan saja, jangan jadi malah ikut andil. Ikut andil dalam perkara ini sama sekali tidak membawa kebaikan.

Terkadang banyak juga pihak yang ikut-ikutan aja, yang malah terkadang anggota keluarga nekad ngasih makan dan minum si pasien. Meskipun si pasien meraung-raung minta minum atau secuil nasi layaknya pengemis jalanan, jangan berusaha untuk menjadi sang peri baik hati yang dengan polos memberinya makan dan minum.Jangan ceroboh, dokter mengatakan hal ini bukan tanpa alasan.

Mengapa medis mewajibkan pasien puasa sebelum operasi?

Aturan ini dibuat atas dasar standar kesehatan yang dilakukan demi keselamatan si pasien. Sebelumnya, diatas saya menjelaskan bahwa terkadang orang memiliki fikiran bahwa orang yang mau operasi akan mati jika tidak diperbolehkan mengkonsumsi apapun.

Padahal kenyataanya bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya. Perlu kita ketahui bahwa mengkonsumsi makanan sebelum operasi justru lebih membahayakan pasien bahkan beresiko kegagalan operasi dan kematian mendadak.

Ini alasan medisnya

Prosedur kedua setelah puasa adalah, sebelum operasi pasien akan di bius terlebih dahulu. Bius lokal dan bius total. Bius lokal bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit, dan bius total bertujuan untuk menghilangkan kesadaran selama operasi (tentunya sudah diperhitungkan dengan lamanya operasi) Kembali ke pertanyaan utama. kenapa pasien tidak diperbolehkan makan bahkan minum? Hal ini berkaitan dengan pemberian kedua jenis bius tersebut.

Saat pasien terkena efek bius, refleks tubuh akan dihentikan sementara waktu (selama operasi berlangsung) Jika sebelum operasi pasien mengkonsumsi makanan atau minuman terlebih dahulu (mengkonsumsi makanan pada jam dilarang) maka kemungkinan akan terjadi gangguan saat operasi. Hal buruk yang mungkin terjadi adalah saat operasi pasien akan mengalami muntah atau terjadi regurgitasi (naiknya makanan ke kerongkongan)

Untuk kemungkinan yang lebih parah adalah, makanan tersebut bisa saja masuk ke paru-paru dan mempengaruhi pernapasan hingga menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Ini tentunya sangat membahayakan jiwa pasien, bahkan tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan hingga akhirnya pasien meninggal di tengah-tengah jalannya operasi.

Jadi masih berani melanggar aturan tersebut? apakah alasan ini masih belum cukup? pembenaran selalu datang di akhir cerita, dimana nantinya anda sendiri yang bisa lebih memahami. Yang secara intinya adalah ikuti saja prosedur yang sudah ada. Melenceng dari aturan sama sekali tidak lebih baik daripada diam. Kenapa sih banyak orang yang sering melanggar prosedur? Penyebab utamanya adalah terbujuk oleh pasien atau iba dengan keadaan pasien.

Oke bisa kita bayangkan lamanya waktu puasa sekitar 6-8 jam yang tergantung jenis operasinya juga. Nah, sudah terbayangkan misalnya saja ambil 6 jam si pasien tidak boleh makan dan minum, saat melayangkan pandangan ke arahnya mungkin hati kita merasa tersentuh hingga memberinya makanan, perasaan lembut inilah yang membawa akhir buruk bagi si pasien. Untuk itulah kita perlu sekali pemahaman yang mendasar seputaran kesehatan agar nantinya tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *