Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bahaya Mengkonsumsi Obat Pereda Nyeri Haid

Saat memasuki masa awal siklus haid, biasanya wanita akan merasa risih dengan berbagai kondisi yang harus dihadapi. Selain merasa tidak nyaman mengenakan celana karena takut bocor, kamu juga akan merasa terganggu dengan sakit perut yang cukup menyiksa.

Sakit perut yang dirasa setiap wanita biasanya akan berbeda-beda, sebagian wanita mungkin merasa aman dengan rasa sakit yang muncul, namun tidak sedikit pula yang mengalami sakit haid yang tidak tertahankan bahkan sampai mengganggu aktifitas. Namun anda tidak perlu khawatir selama sakit yang muncul tidak menimbulkan gejala yang berlebihan, karena sakit haid atau dismenorea merupakan reaksi alamiah yang wajar terjadi.

Dilihat dari materi medis, sakit ketika haid atau dismenorea merupakan kram otot yang dirasakan pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau ketika mengalami menstruasi. Nyeri yang dirasakan terkadang bisa cukup parah dan menyebar hingga ke punggung dan paha, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama dua hingga tiga hari.

Reaksi yang terjadi di dalam tubuh ketika mengalami dismenorea

Nyeri haid atau dismenorea disebabkan oleh dinding otot rahim yang berkontraksi sehingga menekan pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen ke dalam rahim terhambat dan memicu munculnya rasa nyeri di bagian bawah perut.Pada kondisi normal, sebenarnya tubuh mengalami kontraksi halus pada otot dinding rahim yang tidak terasa namun di masa menstruasi, kontraksi ini menjadi makin kencang sebagai bagian dari peluruhan dinding rahim saat haid.

Kontraksi tersebut menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutuskan suplai darah dan oksigen ke rahim. Ketiadaan oksigen inilah yang menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menciptakan rasa nyeri.Rasa nyeri semakin buruk karena tubuh juga mengeluarkan bahan kimia bernama prostaglandin yang memicu otot rahim terus berkontraksi. Selain itu, prostaglandin juga memicu kondisi lain seperti mual, diare, lemas, dan sakit kepala yang kerap menyertai nyeri.

Apakah nyeri haid (dismenorea) bisa di obati?

Selama rasa nyeri yang muncul masih berada paha taraf kondisi yang normal, kamu bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. Pengobatan rumahan yang kamu lakukan seperti :

  • Perbanyak minum 7-8 gelas untuk melancarkan peredaran darah
  • Mengompres bagian perut yang sakit, untuk mengurangi rasa sakit
  • Banyak istirahat
  • Hindari makanan yang memicu rasa sakit semakin parah
  • Konsumsi minuman hangat seperti wedang jahe, air lemon atau air gula aren.

Mengkonsumsi obat-obatan ketika dismenorea apakah berbahaya?

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya jika, rasa sakit yang dirasa pada setiap wanita itu berbeda-beda. Bagi mereka yang merasakan sakit yang tidak tertahankan, pengobatan rumahan saja tidak mampu untuk menghilangkan atau setidaknya meredakan gejala lebih ringan. Karena itulah jalan terakhir yang sering diambil yakni dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Namun apakah hal ini lebih baik? Ternyata tidak. Setelah mengkonsumsi obat-obatan bukannya gejala semakin reda, kebanyakan  justru mengalami sakit yang lebih mencekam lagi. Mengapa demikian? Karena zat kimia di dalam obat tersebut mengacaukan proses peluruhan dinding rahim yang sedang terjadi. Dan apa yang akan terjadi?

Rekomendasi pengobatan : QNC JELLY GAMAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp