Penyebab Kanker Payudara Yang Harus Dihindari

Kanker Payudara merupakan keganasan pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara, bisa berasal dari komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun lobulusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah dan persarafan jaringan payudara. Kanker payudara diawali dengan timbulnya benjolan di daerah payudara, sebagian wanita menganggapmnya hanya sebuah benjolan biasa dan membiarkannnya sampai keadaaan malah semakin meradang, hal ini yang membuat resiko kanker semakin parah.

Secara medis Kanker payudara terjadi karena beberapa sel payudara tumbuh secara abnormal, sel-sel ini membelah lebih cepat dibanding sel-sel sehat, sel ini terus menumpuk dan membentuk sebuah benjolan, sel-sel dapat menyebar melalui payudara ke kelenjar getah bening atau ke bagian lain dari tubuh. Meski medis belum mengetahui pasti penyebab kanker payudara, Kemungkinan besar bisa Terjadi karena adanya keturuan dari gen yang sebelumnya pengidap penyakit yang sama, atau bisa juga dipicu gaya hidup yang tidak sehat.

Kanker payudara paling sering dimulai dengan sel-sel di saluran penghasil susu (invasive ductal carcinoma). Kanker payudara juga dapat dimulai di jaringan kelenjar disebut lobulus (invasive lobular carcinoma) atau sel lain atau jaringan dalam payudara.

Para peneliti telah mengidentifikasi hormonal, gaya hidup dan faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namum ada kasus beberapa orang yang tidak memiliki faktor resiko mengembangkan kanker namun di diagnosa mengidap kanker, hal ini mungkin disebabkan interaksi yang kompleks dan genetik di lingkungan anda.

Kanker payudara merupakan kanker dengan kasus kematian terbesar bagi wanita khususnya di indonesia, hal ini terjadi karena gejala yang timbul tidak terasa dan tiba-tiba saja sudah menjalar hingga sulit disembuhkan, berikut beberapa gejala yang memungkinkan terjadinya kanker payudara.

  • perubahan bentuk puting
  • nyeri payudara tidak hilang setelah periode berikutnya
  • benjolan baru yang tidak hilang setelah periode berikutnya
  • debit puting dari satu payudara yang jelas, merah, coklat, atau kuning
  • kemerahan dijelaskan, bengkak, iritasi kulit, gatal-gatal, atau ruam pada payudara
  • pembengkakan atau benjolan di sekitar tulang selangka atau di bawah lengan
  • Sebuah benjolan yang keras dengan tepi yang tidak teratur lebih mungkin untuk menjadi kanker.

ciri kanker payudara yang paling menonjol yaitu adanya benjolan di sekitar payudara biasaya benjolan ini berada di  dekat puting bagian atas, namun tidak semua benjolan dikatakan kanker payudara, bisa saja benjolan yang muncul hanya benjolan biasa yang bisa disembuhkan dengan mudah. Berikut ciri-ciri benjolan kanker payudara :

  • Benjolan terasa keras
  • Benjolan tidak mudah dibedakan
  • Benjolan hanya berada pada satu daerah saja
  • Hanya ada satu benjolan, tidak ada benjolan di bagian payudara lain
  • Kulit payudara
  • Benjolan disertai dengan berdarah pada bagian puting

Penyebab kanker payudara secara umum

Faktor Keturunan

Sejumlah gen bermutasi yang memiliki keturunan mengidap penyakit kanker payudara sebelumnyadapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara diidentifikasi bagi keturunan selanjutnya. Yang paling umum adalah gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan kanker payudara gen 2 (BRCA2), keduanya secara signifikan meningkatkan risiko kedua payudara dan kanker ovarium.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang kuat dari kanker payudara atau kanker lain, dokter anda dapat merekomendasikan tes darah untuk membantu mengidentifikasi mutasi yang ada di BRCA atau gen lain yang sedang melewati keluarga Anda.

Pertimbangkan untuk meminta dokter Anda untuk rujukan ke seorang konselor genetik, yang dapat meninjau riwayat kesehatan keluarga Anda. Seorang konselor genetik juga dapat mendiskusikan manfaat, risiko dan keterbatasan pengujian genetik dengan Anda dan membimbing Anda pada tes genetik yang sesuai.

Faktor Reproduksi

Faktor reproduksi ini sangat berhubungan dengan resiko terjadinya kanker payudara yaitu wanita yang menopause pada umur labih tua, haid pertama dengan umur muda dan kehamilan pertama pada umur tua. Hal ini bisa menjadi window of initiation / sebagai jalan pembuka perkembangan kanker payudara. Karena saat tersebut secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami perubahan seiring bertambahnya umur.

Penggunaan Hormon

Hal ini terjadi karena hormon estrogen berhubungan dengan datangnya penyakit kanker payudara. Sebuah metaanalisis menyatakan walaupun tidak terdapat resiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, tetapi wanita yang menggunakan obat tersebut dalam waktu lama mempunyai resiko tinggi akan mengalami kanker payudara sebelum menopause.

Obesitas

Berat badan yang melebihi batas normal juga menjadi pemicu tumbuhnya penyakit kanker payudara. Selain itu tubuh yang berbobot lebih dapat mempengaruhi kerja tubuh dan memicu datangnya penyakit, intinya obesitas sangat tidak baik untuk kesehatan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *