Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Penyebab Luka Lambung (Gartrilis) Menurut Medis

Radang lambung atau gartrilis merupakan suatu kondisi di mana bagian stomachlinin(mukosa)meradang dan bengkak, Ketika lapisan perut meradang, menghasilkan lebih sedikit asam dan enzim yang lebih sedikit. Gartrilis pada tahap awal masih bisa diobati dengan mudah dan memakan waktu yang lebih singkat dibanding gartrlitis kronis yang bisa berlangsung lama bahkan seumur hidup.

Penyebab Luka Lambung (Gartrilis) Menurut Medis

Penyebab gastritis menurut medis :

1. Infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori)

H.pylori merupakan bakteri yang mempercepat terjadinya gastrilis dan menyebabkan gasrtrilis noneresive dan gartrilis kronis. Infeksi ini lebih rentan terjadi ketika anak-anak karena tidak adanya gejala yang terjadi sedangkan orang dewasa lebih cenderung menunjukan gejala. Bakteri ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan air liur atau cairan tubuh lainnnya

2. kerusakan pada lapisan perut, yang mengarah ke gastritis reaktif

Apa itu gartrilis reaktif? bisa juga disebut gastropati yang menyebabkan sedikit atau tidak ada peradangan.

Penyebab umum gastritis reaktif  :

  • nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), jenis obat over-the-counter, Aspirin dan ibuprofen adalah jenis umum dari NSAIDs.
  • minum alkohol.
  • menggunakan kokain.
  • paparan radiasi atau memiliki pengobatan radiasi.
  • refluks empedu dari usus kecil ke dalam perut
  • reaksi terhadap stres yang disebabkan oleh cedera traumatis, penyakit kritis, luka bakar, dan operasi besar.

3. Respon Autoimun

Dalam gastritis autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam lapisan perut. Sistem kekebalan tubuh biasanya melindungi orang yang telah terkena infeksi dengan mengidentifikasi dan menghancurkan bakteri, virus, dan zat-zat asing berbahaya lainnya. gastritis autoimun kronis dan biasanya nonerosive.

Penyebab Gatrilis secara umum :

  • penyakit Crohn, yang menyebabkan peradangan dan iritasi dari setiap bagian dari gastrointestinal (GI) saluran.
  • sarkoidosis, penyakit yang menyebabkan peradangan yang sulit disembuhkan, peradangan kronis menyebabkan gumpalan kecil di jaringan abnormal untuk membentuk berbagai organ dalam tubuh. Penyakit ini biasanya terjadi di kelenjar paru-paru, kulit, dan getah bening.
  • alergi terhadap makanan, seperti susu sapi dan kedelai, terutama pada anak-anak.
  • infeksi dengan virus, parasit, jamur, dan bakteri selain H. pylori, biasanyan terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Efektif untuk menyembuhkan gangguan pencernaan seperti radang usus, maag kronis, dan berbagai keluhan sejenisnya.

QnC Jelly Gamat

Untuk  mengidentifikasi penyebab gastritis atau terjadinya komplikasi pada pasien, tim medis akan melakukan berbagai tes lab. diantaranya :

  • GI seri atas, Seri atas GI adalah ujian x-ray yang memberikan tampilan pada bentuk saluran pencernaan bagian atas. Teknisi x-ray dapat dilakukan di rumah sakit dengan seorang ahli radiologi dan dokter yang telah berpengalaman. Sebelum melakukan tes ini pasien tidak diperbolehkan makan atau minum sesuai prosedur.   Pasien harus memeriksa dengan dokter mereka tentang apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan seri ogi GI atas. Selama prosedur,  Seorang pasien akan mengalami kembung perut dan mual untuk waktu yang singkat setelah tes, setelah beberapa hari sesudahnya, barium cair di saluran pencernaan dapat menyebabkan tinja berwarna putih atau berwarna terang. Tim medis  akan memberikan instruksi khusus untuk pasien tentang makan dan minum setelah tes.
  • Tes darah. Tes darah lebih praktis dibanding tes x-ray, karena tidak memerlukan berbagai prosedur yang rumit, pasien hanya diambil sampel darah untuk dianalisis. Tes darah ini bertujuan untuk memeriksa anemia atau H. pylori.
  • Tes tinja. tes ini dilakukan jika terjadi pendarahan di perut dengan tanda saat mengeluarkan tinja darah akan ikut keluar, teknis tes ini tentunya denga cara mengambil sampel tinja untuk dianalis, tim medis akan memberikan pasien sebuah wadah untuk  menyimpan tinja.
  • Tes napas urea. tes ini bertujuan untuk memeriksa H. infeksi pylori. tahap awal yang dilakukan untuk tes ini Pasien menelan kapsul atau puding yang berisi urea-produk limbah, yang bertujuan agar tubuh memecah protein. urea yang “berlabel” dengan atom karbon khusus. Jika H. pylori teridentifikasi maka bakteri akan mengkonversi urea menjadi karbon dioksida. Setelah beberapa menit, pasien bernafas dan menghembuskan napas karbon dioksida. Tes ini dilakukan  di kantor penyedia layanan kesehatan atau fasilitas komersial, setelah prosedur dilakukan sampel dianalisis di laboratorium. Jika tes mendeteksi atom karbon berlabel ketika nafas dihembuskan maka tim medis akan mengkonfirmasi H. infeksi pylori dalam saluran pencernaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp