Penyebab sleep apnea, hindari mendengkur saat tidur

Tidur merupakan cara terbaik tubuh untuk mengobati rasa lelah setelah seharian beraktivitas, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menghasilkan tidur yang maksimal misalnya harus dengan diiringi musik, tidur di tempat tenang atau dengan memberikan aroma terapy di dalam kamar. Sebagian orang mungkin memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur. Seseorang dengan kebiasaan mendengkur biasanya mengalami tidur yang sangat pulas dan cukup lama. Namun siapa yang sangka ternyata kebiasaan mendengkur saat tidur memiliki resiko terkena penyakit mematikan Sleep Apnea.

Sleep apnea merupakan penyakit gangguan tidur yang disebabkan oleh dinding tenggorokan yang terlalu rileks dan menyempit ketika tidur. ketika tidur otot tenggorokan menjadi rileks dan lemas, hal ini tidak berpengaruh bagi seseorang yang normal. namun seseorang dengan riwayat apnea memiliki otot tenggorokan yang terlalu lemas sehingga menyebabkan penyempitan saluran udara.

Apa penyebab sleep apnea?

 

Secara medis sleep apnea disebabkan oleh adanya relaksasi dan penyempitan berlebihan pada jaringan lunak dan otot-otot tenggorokan. Bagi sebagian orang relaksasi jaringan lunak dan otot-otot tidak menganggu pernapasan, namun bagi orang yang mengalami sleep apnea kondisi ini menganggu jumlah oksigen yang masuk kedalam tubuh. Selain itu sleep apnea bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain yaitu

Obesitas

Kelebihan berat badan beresiko lebih tinggi terkena sleep apnea dibanding seseorang dengan tubuh normal. Berat badan diatas normal mengakibatkan tekanan pada tabung pernapasan sehingga membuat diameter saluran udara menjadi lebih kecil.

Lingkar leher besar

Seseorang dengan leher yang besar memiliki jaringan lemak yang banyak sehingga mengalami kesulitan saat bernapas.

Usia

Sleep apnea bisa terjadi kepada semua usia, namun menurut seorang peneliti, sleep apnea lebih banyak terjadi pada orang yang berusia lanjut sekitar 40th keatas.

Riwayat keluarga

Jika anggota keluarga terdahulu mengidap sleep apnea, anda memiliki kemungkinan untuk mengidap penyakit yang sama. segera periksakan diri anda ke dokter.

Peminum alkohol

Efek setelah meminum alkohol biasanya tidur dengan waktu yang cukup lama, jika kebiasaaan ini berkepanjangan, peminum seperti ini bisa memungkinkan terkena serangan sleep apnea.

Hidung tersumbat

Seseorang yang mengalami penyumbatan hidung akan mengalami kesulitan bernapas saat tidur. sehingga beresiko tinggi terkena sleep apnea,

Merokok

Rokok dapat meningkatkan resiko inflamasi dan penumpukan cairan di saluran pernapasan atas.

Bagaimana cara mendiagnosis penderita sleep apnea?

Cara mendeteksi sleep apnea secara pribadi memang sulit, sebab gejala yang terjadi  timbul ketika anda tidur sehingga anda tidak menyadarinya. Cobalah tanya kepada anggota keluarga untuk mengamati tidur anda, jika anda mengalami gejala sleep apnea segera periksakan ke dokter.

Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan fisik, salah satunya melakukan tes darah untuk melihat apakah ada kondisi lain yang bisa mengakibatkan gejala yang dialami. Jika hasil tes darah masih belum jelas maka selanjutnya akan dilakukan tes polisomnografi. Berikut beberapa tes lain yang menyertai polisomnografi :

  • Elektromiografi (EMG) untuk memeriksa dan merekam aktivitas sinyal¬†otot.
  • Elektroensefalografi (EEG) untuk mengamati gelombang otak.
  • Elektrokardiografi (ECG) untuk mengamati jantung.
  • Catatan gerakan pada dada dan perut.
  • Catatan aliran udara melalui mulut dan hidung.
  • Rekaman suara dan video.

Setelah hasi tes keluar anda akan mengetahui seberapa bahaya sleep apnea yang anda derita.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *