Penyebab utama kanker kulit, paparan sinar matahari pada jam tertentu

Matahari merupakan sumber energi yang multifungsi atau yang sering kita anggap sebagai ”lampu dunia”. Bagaimana tidak, tanpa sinar matahari tidak akan pernah ada siang, tidak akan pernah ada kehidupan yang sempurna seperti sekarang. Dengan kata lain matahari adalah sumber kekuatan manusia. Setelah munculnya penyakit kanker kulit matahari tidak lagi dianggap lampu dunia apalagi kekuatan manusia. Malah sebaliknya, banyak orang yang menyalahkan adanya sinar matahari, menganggapnya sebuah bencana. Orang-orang tersebut adalah penderita kanker kulit yang dengan tegas menyebutkan bahwa sinar matahari merupakan penyebab utama penyakit kanker ini datang.

Mengapa sinar matahari dapat menyebabkan kanker kulit?

Paparan sinar matahari pada siang hari mengandung UVA dan UVB yang mempengaruhi DNA dari gen yang mengontrol pertumbuhan sel kulit.

Itulah mengapa kulit kita akan menghitam ketika berlama-lama berada di bawah terik matahari, ini bukan seberapa, yang lebih parahnya adalah sinar matahari pada siang hari dapat merusak DNA yang dimana jika ini terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan kerusakan sel kulit yang akhirnya divonis mengidap kanker kulit.

Udah ngerti kan kenapa orangtua kita selalu melarang kita pergi main di siang hari, bukan tanpa alasan. Sinar matahari di siang hari sangat jahat dan patut kita hindari terlebih jam-jam sekitar 10 hingga 5 sore.

Sebenarnya tidak ada salahnya dengan matahari, adanya matahari justru memberi kita banyak kehidupan, hanya saja kita lupa bagaimana menggunakannya dengan baik. Sebelum pada tahap kanker kulit yang lebih serius kita bisa mencegahnya dengan berbagai hal, jika ini berhasil. Lalu mengapa masih menyalahkan sinar matahari? kenapa harus takut keluar rumah karena hitam? Jangankan hitam, hingga sampai pada tahap kanker kulit saja sebenarnya kita masih bisa mengatasinya. Kita bisa keluar rumah dengan nyaman tanpa harus dihantui rasa takut.

Cara menghindari sinar matahari pada siang hari

  • Memakai pakaian yang tertutup. Sinar matahari di siang hari sangat sensitif terhadap kulit, itulah mengapa dalam beberapa jam saja anda keluar dengan menggunakan baju lengan pendek kulit anda menjadi menghitam, atau belang (berbeda warna kulit dengan bagian lain). Saat anda keluar di siang hari gunakan pakaian yang serba tertutup ditambah topi untuk menutupi kepala.  Meskipun terasa mandi keringat usahakan untuk tetap mengenakannya tanpa menggantinya. Paparan sinar matahari secara langsung ke kulit dapat menyebabkan kerusakan sel-sel kulit.
  • Jangan keluar di jam-jam tertentu. Sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB yakni dimulai dari jam 10 hingga 5 sore, namun jam-jam yang paling berbahaya dan sensitif bagi kulit adalah sekitar jam 12 hingga jam 2 siang, dimana sinar matahari begitu panas dan sangat menyengat. Jika anda ingin keluar untuk main menggunakan sepeda motor atau jalan kaki maka hindari jam-jam tersebut. Jika keadaan sangat genting maka gunakan pakaian serba panjang, helm, sarung tangan, dan masker wajah.
  • Gunakan payung. Jika baju yang serba panjang membuat anda merasa gerah maka gunakanlah payung untuk meminimalisir cahaya matahari yang terlalu menyengat. Setidaknya anda akan terhindar dari sinar matahari secara langsung. Apalagi jalan kaki memerlukan waktu yang cukup lama, maka penggunaan payung adalah pilihan yang paling tepat.
  • Gunakan lotion anti UV. Sekarang banyak tersedia lotion atau jenis pelembab wajah yang mengandung anti sinar UV. Jika anda malas menggunakan baju serba panjang karena dirasa gerah maka gunakan jenis lotion ini, setidaknya sinar matahari tidak akan langsung menyerang sel kulit sehingga kulit anda tetap aman.

Jadi masih berani juga menyalahkan matahari? ingat satu hal bahwa yang mengakibatkan datangnya penyakit adalah diri kita sendiri. Sinar matahari memang memiliki peluang yang berbahaya bagi kita, namun jika kita bisa meminimalisirnya maka sesuatu yang buruk tidak akan terjadi. Bahkan, kita hanya akan berfikir bahwa sinar matahari merupakan anugerah yang wajib kita syukuri.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *