Radiasi hp bisa sebabkan kanker otak? Ini fakta sebenarnya!

Seperti yang kita ketahui, handphone termasuk barang elektonik yang memiliki banyak fungsi dengan keutamaannya yakni sebagai alat komunikasi jarak jauh.Bayangkan dulu, sebelum handphone ada,mereka hanya bisa mengandalkan surat untuk mengirim infomasi jarak jauh. Bisa kita umpamakan, ketika mengabari anggota keluarnya yang sakit, surat baru sampai, orang yang sakit sudah meninggal.

Karena itulah handphone dianggap penting dan wajib dimiliki, setidaknya satu handphone dalam satu keluarga.Semakin kesini tampilan handphone semakin canggih dan modis saja, kita bisa menyentuhnya, menggunakan tangan langsung untuk mengetik, menghidupkan dengan usapan tangan, layarnya yang lebar dan masih banyak lagi keunggulannya.

Bisa kita bayangkan mungkin beberapa tahun ke depan tampilan handphone akan di modifikasi menjadi lebih keren lagi misanya bisa mendeteksi penjahat, bisa mengeluarkan uang, bisa memancarkan air untuk minum atau bisa mendeteksi posisi jodoh kita dimana. Dibalik fungsi dan modifikasinya yang keren, akhir-akhir ini gadget sering dikaitkan sebagai penyebab kanker otak, lho bagaiaman bisa? simak penjelasannya.

#Baca juga : Ganoderma Plus Capsule, mencegah tumbuhnya sel kanker

Benarkah handphone bisa menyebabkan kanker otak?

Penyataan ini membuat banyak tanda tanya besar tentang jawaban sebenarnya. Mengapa handphone bisa dianggap sebabkan kanker otak? alasannya, yakni efek sinar radiasi atau gelombang elektomagnetik yang dipancarkan. Kasus ini sudah banyak sekali mendapat perhatian, salah satunya Dr Charlie Teo yang merupakan ahli bedah otak yang terkemuka di Australia.

Selama melakukan penelitiannya, Dr Teo belum menemukan jawaban yang pasti mengenai hal ini, penelitian yang dilakukannya pun tidak mendapat hasil yang meyakinkan.

Hanya saja, beliau berasumsi bahwa hal ini bisa saja terjadi, mengingat banyak sekali penderita kanker otak yang datang setiap harinya bisa sampai 10-20 pasien yang memiliki tumor di bagian otak dan dekat telinga. Namun kemungkinanya kecil sekali dan belum bisa di benarkan.

Hasil dari penelitian selanjutnya berasal dari university of sydney yang melakukan pengamatan selama kurun waktu 29 tahun kepada 19.858 pria dan wanita 20-84 tahun yang terdiadnosa mengalami kanker otak, kemudian dibandingkan dengan analisa tren penggunaan ponsel. Selama penelitian ini berlangsung tidak ada  keterkaitan sama sekali antara pemakaian telepon dan kanker otak. Padahal, penggunaan ponsel saat itu mengalami peningkatan yang sangat drastis, namun sama sekali tidak ada keterkaitan apapun mengenai hal tersebut.

Telepon genggam sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan maraknya penderita kanker yang ada, adapun populasi penderita kanker yang meningkat disebabkan oleh gaya dan pola hidup yang tidak sehat. Radiasi ponsel sama sekali tidak memicu kanker, ponsel hanya menghasilkan non-ionisasi berenergi rendah yang efeknya hanya memanaskan elektron saja.

Lain lagi dengan radiasi nuklir yang bersifat mengionisasi (energinya cukup besar untuk menghasilkan ionisasi). Radiasi ini cukup berpengaruh terhadap perkembangan sel kanker karena energi yang dihasilkannya pun lebih tinggi lagi. Intinya, radiasi ponsel sama sekali tidak merusak untaian DNA dalam sel-sel tubuh manusia yang bisa menyebabkan kanker.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *