Resiko hamil di usia dini menurut ahli medis

Pernikahan memang sesuatu yang dihalalkan, bahkan di wajibkan bagi mereka yang telah mampu (dalam segala hal). Namun, hal ini bukan lagi menjadi pandangan, buktinya banyak sekali orang-orang yang mengaitkan kasus pernikahan dengan hal yang diluar etika. Salah satunya pernikahan anak perempuan di usia dini. Apa yang seharusnya dilakukan oleh anak gadis di usia 15 tahun? Sekolah, menimba ilmu, dan bermain bersama kawannya

Ironisnya, gadis-gadis di usia ini sekarang banyak yang tengah bergelut dengan kehidupan rumah tangga yang belum sepantasnya mereka alami. Untuk kasus yang di sorot media saja, sudah banyak sekali kasus pernikahan wanita dibawah umur dengan lelaki yang jauh lebih dewasa atau bahkan lebih pantas dibilang kakek, ada juga pernikahan dimana keduanya sama-sama masih belia.

Apa yang membuat maraknya pernikahan wanita dibawah umur? Faktor penyebabnya beragram sekali, dimulai dari pergaulan anak remaja yang tidak sehat hingga hamil di luar nikah, perjodohan, adat, dan masih banyak sekali. Sebenarnya, pernikahan wanita dibawah umur tidak harus selalu disalahkan, jika diambil positifnya pernikahan di usia dini dapat menghindarkan diri dari fitnah dan perzinahan, jika yang sudah terlanjur mungkin jadi lebih baik saja status dan pandangannya di muka umum.

Hanya saja, resiko pernikahan di usia dini banyak sekali khususnya bagi pihak wanita. Dampak yang ditimbulkan bukan hanya dari pengaruh segi sosial saja melainkan dari pandangan kesehatan juga.

Apa dampak pernikahan wanita di usia dini bagi kesehatan?

Ketika pernikahan resmi, figur wanita akan berbeda dibanding ketika dia masih gadis. Mereka akan menjalani beberapa aktivitas yang sebelumnya tidak mereka jalani, dimulai dari mengurus keuangan rumah tangga seperti anggaran belanja, lalu mengurus keperluan suami dan rencana memiliki seorang anak. Jika dilihat secara kasat mata, apakah di usia 15 wanita sudah benar-benar siap dengan segala tanggung jawab itu?

Karena itulah syarat pernikahan sekarang ini harus berbatas pada usia yang cukup. Jika pun dipaksakan, wanita tersebut dilarang keras untuk hamil lebih awal. Alasannya tidak lain karena faktor psikologis usia yang belum matang untuk melakukan tugas seorang istri terutama dalam mengandung seorang anak.

Mengapa wanita di usia dini dilarang hamil?

Memutuskan untuk memiliki seorang anak tidak semudah yang difikirkan, ada banyak hal yang harus diperhatikan seperti kondisi tubuh, berat badan, asupan makanan, kondisi janin termasuk usia sang ibu yang paling berpengaruh. Menurut aturan medis, usia yang harus dimiliki sang ibu tidak boleh kurang dari 20 tahun. Kehamilan pada usia yang lebih muda akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Berikut beberapa resiko yang mungkin terjadi.

  • Tekanan darah tinggi. Menurut medis, hal ini disebabkan oleh sel telur yang belum kuat atau belum matang untuk mengalami kehamilan. Jika dipaksakan hal ini akan menyebabkan tekanan darah meningkat. Dampaknya muncul beberapa gejala yang mengganggu seperti pusing dan sakit yang berlebihan, juga berpotensi tinggi mengalami pendarahan pada saat kehamilan.
  • Kecacatan fisik bagi bayi. Sel telur wanita yang berusia dibawah umur belum sepenuhnya matang dan siap untuk dibuahi, jadi ketika terjadi fertilisasi akan menimbulkan dampak berupa kecacatan secara fisik pada anaknya kelak. Kondisi ini akan berujung pada proses pembelahan sel yang tidak sempurna sehingga menyebabkan kecacatan fisik dari bayi.
  • Depresi pasca melahirkan. Karena umur remaja masih tergolong labil, ketika dihadapkan dengan persoalan mengurus bayi, perubahan fisik pasca melahirkan dan berbagai resiko lainnya mereka akan stress hingga berujung depresi yang parah.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *