Sindrom Kleine-Levin, Kelainan tidur paling langka yang pernah ada

Sindrom kleine-levin merupakan ketidakmampuan syaraf untuk tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Tidur merupakan cara alami tubuh untuk membiarkan organ beristirahat dan kembali memulihkan fungsinya, dengan tidur yang cukup tubuh akan kembali bersemangat. Intinya, tidur merupakan suatu keharusan yang wajib kita penuhi dengan normal jam tidur 7 atau 8jam sehari sebagai waktu yang paling ideal.

Nah, berbeda dengan mereka yang mengidap sindrom kleine-levin, mereka akan tidur lelap hingga berjam-jam, berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu tergantung tingkat keparahannya.Sindrom ini pertama kali dilaporkan oleh Willi Kleine dan Max Levin pada tahun 1925 sehingga penamaannya diambil dari keduanya yakni Kleine-Levin. Untuk penemuan berikutnya oleh dokter Prancis bernama Pierre Edme Chauvot de Beauchemoda pada thn 1786.

Meskipun telah lama ditemukan, hingga saat ini medis masih belum bisa memecahkan apa yang menjadi penyebab kelainan langka ini. Seperti apa saja gejala yang timbul pada penderita kleine-Levin?Penderita hanya akan bangun untuk pergi ke kamar mandi atau makan, lalu tidur kembali. Layaknya tidur seperti umumnya, penderita pun bisa saja dibangunkan dengan cara tertentu, tetapi saat terbangun, penderita akan mengeluh capek dan letih yang merangsang tubuh untuk kembali tidur.

Keanehan sindrom Kleine-Levin yang harus kita ketahui

Seperti yang kita ketahui hampir semua penyakit memiliki gejala terlebih dahulu, beda dengan sindrom Kleine-Levin yang tidak memiliki gejala sedikitpun bahkan tidak memiliki penyebab yang pasti mengapa penyakit ini bisa menginfeksi tubuh. Keanehan selanjutnya yakni, ketika bangun penderita akan kehilangan ingatannya, banyak atau tidaknya ingatan yang hilang tergantung dari berapa lama penderita tidur. Selain itu, penderita sangat sensitif terhadap suara dan cahaya ketika bangun.

Meski terlihat sepele gangguan tidur yang dialami penderita membuat kehidupan sosialnya terancam buruk, seperti karir yang akan menentukan masa depannya. Bayangkan saja, dalam satu hari penderita akan mengalami siklus tidur lebih dari 20jam, dalam satu hari kita memiliki 24 jam, itu artinya penderita hanya mengalami masa sadar selama kurang lebih 4 jam.

Belum lagi siklus tidur penderita yang lebih parah yakni bisa mencapai waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Salah satu cara kita untuk memiliki tubuh sehat tidak lain dengan memaksimalkan jam tidur, kekurangan porsi tidur menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit dan lemah, namun tidur melebihi batas waktu yang berlebihan bukankah ini tidak wajar dan sangat menyimpang?

Lihat artikel lainnya tentang tidur disini

Apa penyebab sindrom kleine-Levin?

Hingga saat ini medis masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab kelainan ini. Namun beberapa penelitian di Amerika menyebutkan bahwa sindrom Kleine-Levin berasal dari mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orangtua (faktor keturunan), penelitian yang lain menyebutkan adanya turunan atau gangguan autoimun, hasil penelitian selanjutnya menyebutkan adanya kepadatan transporter di bawah striatum susunan saraf pusat di otak.

Penderita Klenie-Levin lebih cenderung menyerang pria dibanding wanita dengan perbandingan rasio 3:1. Dengan rata-rata usia 10 hingga 20 tahun, namun tidak menutup kemungkinan jika pada usia selain itu akan mengidap kelainan KLS. Selain itu, faktor ras juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit ini yakni pada ras Kaukasia dan ras Yahudi.

Apakah sudah banyak penderita Kleine-Levin?

Meski tidak begitu mendunia seperti penyakit lainnya, sindrom Kleine-Levin diperkirakan telah menyerang 1000orang di seluruh dunia. Banyak dari mereka yang pulih kembali ke kondisi normal setelah 7 tahun. Salah satu penderita sindrom Kleine-Levin yang sekarang ini sering di perbincangkan yakni Heather Reed wanita beusia 37 tahun yang memiliki kuantitas tidur selama 22 jam dalam sehari.

Terkadang jika kondisi tubuhnya membaik Reed bisa tidur selama 12 jam, namun dia masih merasa kurang dan merasa tidur sebentar. Sebelumnya, 5 tahun yang lalu reed divonis memiliki myalgic encephalomyelitis. Kombinasi keduanya membuat reed memiliki beban yang lebih. Kini, Reed tengah berjuang melawan penyakit aneh ini.

Baca juga: Cara alami membuat tidur anda menjadi berkualitas, lakukan hal ini sebelum anda tidur

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *