Sindrom mayer, kelainan wanita tanpa vagina

Kelainan fisik yang terjadi bukan lagi hal yang asing bagi kita, entah itu di dapati ketika lahir, ataupun menuju dewasa, cacat fisik tetap suatu yang dianggap lumrah karena banyak penderitanya. Ketika ditanya apakah anda sudah pernah melihat orang yang tidak memiliki tangan? atau tanpa kaki? Hampir semua jawaban meng-IYA kan pertanyaan ini. Orang cacad fisik memang mudah sekali dikenali karena nampak terlihat oleh kita secara langsung.

Beda dengan orang yang memiliki cacad di dalam, karena mereka nampak sehat dari luar, mungkin kita akan berfikir bahwa mereka baik-baik saja. Salah satu cacad dalam yang paling fenomenal adalah ”sindrom mayer” sudah mendengar kelainan ini? Banyak sekali orang yang masih asing dengan kelainan ini, sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser Syndrome (MRKH) adalah bawaan lahir dengan kelainan yang ditandai dengan tidak adanya Vagina, Serviks, dan Uterus ( Rahim ).

Tidak seperti wanita pada umumnya, penderita MRKH tidak mengalami tanda-tanda kewanitaan yang membuat dirinya di judge wanita tidak normal. Seperti yang kita ketahui, wanita pada umumnya mengalami siklus menstruasi ketika memasuki usia remaja dengan minimal usia 9 tahun sebagai tanda bahwa wanita rahim yang dimilikinya normal dengan melepaskan sel telur yang siap di buahi setiap bulannya.

Namun ini tidak terjadi pada penderita MRKH. Meski siklus menstruasi terkadang menyakitkan, namun siklus inilah yang paling sering ditunggu-tunggu. Jika pada usia lebih dari 14tahun wanita masih belum juga haid maka ada kemungkinan wanita tersebut mengidap MRKH. Untuk mengetahuinya secara pasti bisa dengan melakukan tes darah yang memeriksa kromosom dalam tubuh, Ultrasound scan atau MRI scan untuk memastikan ada tidak adanya vagina dalam tubuh, Uterus (rahim), leher rahim dan Ovarium.

Apa penyebab kelainan MRKH?

Penyebab MRKH masih belum diketahui secara pasti, hingga saat ini MRKH masih berstatus sebagai penyakit langka yang jarang ditemukan, meski demikian tidak ada alasan bagi kaum wanita untuk tetap waspada tentang hal-hal yang memungkinkan dirinya terinfeksi kelainan ini. Hal yang memungkinkan seperti apa? penyakit tidak datang begitu saja tanpa alasan, setidaknya ada satu atau dua keganjalan yang membuat hal ini terjadi.

Namun jika dilihat dari fenomena yang terjadi pada penderita, kejadian diluar kandungan tentu tidak memungkinkan karena penderita secara permanen memilikinya ketika dia memasuki umur remaja, Maka kemungkinannya adalah cacad ketika dilahirkan, hanya saja baru disadari ketika masuk umur remaja.

Ketika sedang di kandung mungkin saja bayi tersebut mengalami perubahan struktur tubuh, pertumbuhan janin yang tidak normal yang disebabkan oleh kelalaian ibunya sendiri termasuk ganjalan atau gangguan yang membuat vaginanya hilang (tidak berfungsi). Selanjutnya, menurut para ilmuwan MRKH disebabkan oleh mutasi pada satu atau lebih spesifik gen. Secara khusus, mutasi gen WT1, PAX2, HOXA7-HOXA13, PBX1 yang memungkinkan menjadi penyebab wanita mengidap sindrom mayer.

Selain itu, sebuah studi baru yang muncul di ISRN Obstetri dan Ginekologi (Februari 2013) mencatat bahwa MRKH mungkin disebabkan oleh kurangnya pengembangan saluran Mullerian antara minggu kelima dan keenam masa kehamilan. Saluran Mullerian adalah tabung embrio yang menjadi rahim dan bagian dari vagina pada wanita.

Apakah penderita MRKH bisa melakukan hubungan intim?

Hubungan intim dianggap sebagai pelengkap tersendiri bagi pasangan suami istri. Bahkan beberapa pasangan menjadikan hal ini suatu tujuan pernikahan, karena kenapa? karena hubungan intim merupakan jalan bagi mereka untuk memiliki seorang anak. Namun bagi penderita MRKH hal ini mungkin terasa sulit atau bahkan kemungkinan mustahil. Mengapa demikian? Akan sulit bagi pasangan untuk melakukan penetrasi karena vagina tidak terbentuk. Hal ini akan menjadi beban tersendiri bagi mereka yang mengalaminya.

Orang-orang mungkin akan kesulitan untuk menerima sindrom mayer sebagai istrinya. Namun melihat perkembangan tekonologi yang semakin canggih dan berkualitas hal ini mungkin saja terjadi, penanganan MRKH dapat dilakukan dengan vaginoplasty hal ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi seksualnya dengan rekonstruksi vagina.

Apakah penderita sindrom mayer bisa hamil?Penderita sindrom mayer tidak memiliki leher rahim dan rahim, yang artinya mereka tidak bisa hamil secara alamiah. Namun perkembangan teknologi medis dan ilmu kedokteran mungkin saja memberi peluang bagi penderita untuk hamil.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *