Spirulina mampu menghambat perkembangan HIV

HIV AIDS termasuk ke dalam penyakit paling mematikan sepanjang masa. Mengapa demikian? Bisa kita sadari sendiri, berapa banyak jumlah kematian yang tragis akibat serangan HIV yang sudah kronis? juga kita lihat, betapa mengerikannya kematian mereka akibat stadium akhir yang di derita. Sangat miris memang. Selain mampu menularkannya dengan mudah, HIV AIDS tidak mampu bertahan dan terus berkembang mengerogoti tubuh. Dan parahnya lagi, hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkannya.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sistem kekebalan tubuh berperan sangat penting sekali untuk menjaga kualitas tubuh. Salah satunya yakni, mencegah masuknya bakteri dan virus atau bibit penyakit ke dalam tubuh, ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, maka fungsi tersebut tidak mampu berjalan seperti biasanya.

Bukannya sistem kekebalan tubuh mampu menahan virus yang masuk? Virus ini terlihat berbeda dari virus yang lainnya sehingga tidak dapat dikenali oleh tubuh. HIV mampu memanipulasi diri agar bisa menyelinap masuk ke dalam tubuh tanpa di sadari. Sistem kekebalan tubuh tidak menyadari datangnya virus, karena HIV menjelma seperti protein sehingga diperbolehkan masuk dengan mudahnya. Seiring berjalannya waktu, komunitas HIV di dalam tubuh menjadi sangat banyak dan akhirnya menjadi kuat untuk mengacaukan sistem kekebalan dan organ di dalamnya.

Baca selengkapnya mengenai bagaimana cara virus HIV masuk ke dalam tubuh?

Apakah tidak ada harapan bagi penderita HIV AIDS untuk sembuh?

Seperti yang kita tahu, selama ini penderita hanya diberi pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit, penderita akan hidup lebih lama dan menjalani aktifitas layaknya orang normal. Obat yang diberikan berfungsi untuk menahan serangan HIV sehingga tidak mampu mengembangkan diri. Namun dengan catatan jika pengobatan ini permanen dan tidak boleh terhenti.Obat mampu menahan virus menyebar ke bagian tubuh lain, tetapi ketika efek obat sudah hilang, virus akan kembali berkembang. Karena itulah, penderita HIV harus mengkonsumsi obat ini seumur hidupnya.

Meski telah di diskriminasi sebagai penyakit paling berbahaya dan mematikan. Bukan berarti penderita menyerah begitu saja dalam melakukan pengobatan. Karena, seberat apapun penyakit yang di derita peluang kesembuhan itu pasti ada, tinggal bagaimana usaha kita dalam berikhtiar. Untuk jenis penyakit HIV, kesembuhan memang sangat tipis sekali, mengingat sudah banyaknya virus yang menguasai tubuh, jadi menghancurkannya dengan sekali pengobatan bukanlah hal yang mudah. Namun ada alternatif lain selain pengkonsumsian obat-obatan diatas, yakni spirulina. Penelitian baru-baru ini menyatakan jika spirulina juga mampu memperlambat perkembangan HIV.

Spirulina mampu memperlambat perkembangan HIV, benarkah?

Spirulina atau ganggang hijau merupakan tumbuhan air bersel satu dengan kategori cyanobacteria atau mikroalga yang memiliki bentuk menyerupai spiral.

Tumbuhan ini sudah ada sejak 3,5 milyar tahun yang lalu. Bahkan, penduduk zaman dulu seperti  suku aztec kuno yang berasal di mexico sudah mengkonsumsi spirulina sebagai bahan makanan sehari-hari.

Spirulina biasa dijadikan bahan dasar suplemen atau bahan makanan., namun yang menjadi gempar adalah, spirulinan konon bisa memperlambat perkembangan HIV. Apakah benar?

Menurut penelitian yang telah dilakukan, mengatakan jika spirulina secara signifikan mampu meningkatkan jumlah CD4 T-Sel. Penelitian ini melibatkan 52 pasien HIv positif. Setengah (26) dari pasien di obati dengan spirulina, sedangkan setengnya lagi diberi plasebo kedelai yang cocok dengan kadar protein spirulina. Masa pengobatan berlangsung selama 3 bulan.Hasil dari penelitian ini menyimpulkan jika pengobatan dengan spirulina memberikan hasil yang sangat signifikan bagi pasien.

Namun pernyataan lain berpendapat jika pengobatan sprirulina harus didampingi dengan obat antiretroviral untuk mengetahui gejala spesifik dan tes diagnostik yang akan menentukan perkembangan infeksi. Apa ini artinya pengobatan spirulina harus dikombinasikan dengan obat antiretroviral tersebut? Hal ini dapat disimpulkan setelah mengetahui seberapa parah tingkat HIV yang di alami penderita. Semakin lemah penderita, maka pengobatan pun harus lebih intensif lagi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *