Stroke lebih dominan menyerang pria, Benarkah?

Tingginya jumlah penderita penyakit tententu tidak hanya di dominasi oleh faktor pola hidup dan kebiasaan saja. Beberapa pernyataan menyebutkan jika jenis kelamin pun bisa ikut dalam mempengaruhi tingginya penderita suatu penyakit tertentu. Benarkah? Jika melirik fakta yang ada pernyataan tersebut memang tidak ada salahnya. Bisa kita rasakan sendiri, berapa banyak penderita kanker payudara antara pria dan wanita? jawabannya adalah wanita.

Lalu pria mana yang mengidap kanker rahim? jawabannya hanya wanita. Wanita mana yang mengalami penurunan hormon testosteron? Jawabannya hanya pria. Secara intinya, setiap jenis kelamin baik pria maupun wanita memiliki peluang penyakit yang berbeda-beda. Penyakit secara umum seperti flu, batuk, pilek, demam memang sudah menjadi gejala umum yang tidak asing lagi dan bisa menimpa siapa saja (baik pria maupun wanita).Namun beberapa jenis penyakit bawaan seperti yang saya sebutkan tadi, hanya menimpa salah satu gen saja.

Mengapa pria tidak bisa mengalami penyakit yang serupa seperti kanker rahim? atau mengapa gangguan hormon testosteron hanya menyerang pria saja? alasan logisnya karena pria tidak memiliki rahim dan wanita tidak memiliki hormon testosteron. Lalu bagaimana dengan penyakit sejenis stroke? alasan apa yang membuat penyakit stroke di posisikan sebagai penyakit yang dominan menyerang pria? Bukannya penyakit stroke tidak mempengaruhi gen keduanya?

Stroke lebih dominan menyerang pria benarkah?

Jika dilihat secara kasat mata, penderita stroke memang lebih banyak menyerang kaum pria. Bisa kita lihat sendiri berapa banyak perbandingan penderita stroke antara pria dan wanita?

Dokter Nizmah, SpS dari RSU Bunda Jakarta menyatakan jika penderita stroke memang didominasi para pria dibandingkan perempuan. Tentu pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Lalu, alasan apa yang bisa menguatkan pernyataan ini?

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Apa hubungannya dengan pria? Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya jika hormon pria dan wanita itu berbeda.

Hormon estrogen dan progesteron pada wanita di saat masa subuh dapat melindungi organ-organ serta darah di dalam tubuh sehingga kecil kemungkinan gangguan yang akan menyerang. Meskipun memang ketika memasuki usia menopause kelebihan ini mulai terganggu. Fungsi tubuh mulai mengalami gangguan sehingga muncul gejala yang tidak terduga. Tetapi secara garis besarnya, wanita memiliki resiko yang lebih rendah dibanding pria.

Dokter Nizmah mengatakan selain itu faktor gaya hidup juga lebih mengarah kepada kaum pria. Salah satunya merokok.Kegiatan menghisap rokok lebih sering dilakukan kaum pria dibanding wanita. Selain menyebabkan kanker paru-paru, asap rokok yang mengandung zat berbahaya bisa menganggu peredaran darah dan ini bisa menjadi pencetus munculnya gejala stroke pada seseorang.

Merokok, termasuk penyebab stroke paling tinggi. Apalagi kita tahu, seorang perokok biasanya memiliki kebiasaan tidak sehat seperti alkohol dan makan yang tidak teratur. Namun,dokter Heri Aminuddin, SpBS(K) dari RSU Bunda, menyanggah ”meskipun lebih sedikit,jumlah penderita stroke yang menyerang wanita setiap tahunnya terus bertambah”

Baca juga : Cara mudah mengobati stroke, dan bisa dilakukan di rumah

Fakta lain yang menyebutkan jika wanita lebih rentan mengalami stroke dibanding pria

Secara alamiah wanita memang memiliki peluang yang lebih kecil untuk terkena stroke. Namun hal ini bisa saja berubah tergantung bagaimana pola hidup yang dijalani. Yap, pola hidup yang tidak sehat yang membuat penderita stroke pada wanita selalu meningkat setiap tahunnya.Kata siapa perokok hanya di dominasi oleh pria saja?

Coba buka mata dan lihat, wanita dan pria hampir memiliki pecandu rokok yang menyeimbangi alias berbaur dan sama-sama banyak. Belum lagi faktor lain seperti hipertensi, pil KB, obesitas, kurang gizi, Pre-eklamsia, dan masalah lainnya membuat posisi wanita yang tadinya aman menjadi terancam penyakit yang serupa. Lalu mana yang paling beresiko? Pria atau wanita? Melihat maraknya pola hidup yang dijalani. Keduanya, memiliki resiko stroke yang sama besar.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *