Waspada dampak buruk tato permanen bagi kesehatan

Semasa kecil mungkin kita pernah memakai tato tiruan dengan gambar tokoh-tokoh kartun idola kita, tato ini mudah dihilangkan dan sama sekali tidak berpengaruh pada kesehatan. Lain lagi dengan tato permanen, tato jenis ini biasanya dipakai kalangan remaja ke atas, proses nya pun sangat menyakitkan sehingga tidak mungkin di lakukan anak kecil.

Tato permanen dilakukan dengan menggunakan mesin tato untuk mengukir bentuk desain yang di inginkan, bentuknya pun bermacam-macam di mulai dari gambar bunga, ular, naga, atau bentuk lainnya. Tato permanen biasanya identik dengan preman atau pemain band rock. Namun sekarang orang biasa pun mulai memakainya peminatnya dimulai dari kalangan remaja sampai dewasa, bukan hanya lelaki, wanita pun banyak yang memakainya.

Kekinian merupakan salah satu alasan mereka memiliki tato, pasalnya dengan memiliki tato mereka merasa keren dan lebih percaya diri, orang-orang pun akan segan terhadap orang bertato, sehingga proses tato yang menyakitkan pun sudah tidak di hiraukan lagi.

Namun alasan ini tidak akan bertahan lama, semakin mereka menginjak umur dewasa tato justru akan banyak menghalangi kemajuan hidup mereka termasuk dalam karir, hampir semua perusahaan tidak menerima karyawan yang memiliki tato, sehingga mereka melakukan berbagai cara untuk menghilangkannya, dimulai dari memakai bahan alami yang tak kunjung hilang sampai cara yang paling kasar yaitu dengan mamakai setrika panas pada bagian tubuh yang bertato, bukannya hilang, jutru kulit akan mengelupas, hingga jalan terakhir yaitu dengan operasi bedah di dokter dengan biaya yang sangat mahal.

Kerugian bertato bukan hanya itu saja, proses tato permanen yang tidak steril bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut penjelasannya.

Dampak buruk tato permanen bagi kesehatan

Infeksi HIV dan hepatitis

Penyakit HIV dan hepatitis merupakan penyakit berbahaya yang mudah menular. Salah satu penularannya yaitu dengan jarum. Tidak sedikit jasa pembuatan tato yang menggunakan jarum yang sama berulang kali, jarum masuk ke dalam lapisan kulit yang paling dalam sehingga darah keluar dan menempel di dalam jarum. Dengan cara yang tidak steril ini, besar kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang masuk melalui darah. Hal ini bisa terjadi jika pengidap penyakit memakai jarum terlebih dulu, maka besar kemungkinan orang-orang yang memakai setelahnya akan tertular.

Alergi kulit

Alergi biasanya timbul dari tinta yang di gunakan pada proses tato permanen maupun tato temporer (tato tiruan). Tinta yang di gunakan bisa saja terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi kulit terlebih bagi kulit yang sensitif. Terlebih tinta yang berwarna merah dan kuning yang paling beresiko menyebabkan alergi. Reaksi ini bisa dipicu oleh paparan sinar matahari.

Infeksi Kulit

Infeksi kulit bisa terjadi akibat jarum yang tidak steril, atau tinta yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Gejala yang timbul jika terjadi infeksi adalah: kulit merah, bengkak, dan nyeri. Infeksi ini bisa munculĀ  2-3 minggu setelah proses tato permanen.

Komplikasi MRI

Pembengkakan atau pembakaran dapat terjadi di daerah tato selama magnetic resonance imaging (MRI) terlebih jika tinta yang digunakan adalah tinta yang mengandung oksidasi besi.

Perubahan warna kulit

Setelah proses tato, bagian kulit akan mengalami perubahan warna secara permanen mengikuti desain yang telah di buat, namun warna ini akan terus menempel dan sulit dihilangkan meskipun telah melakukan berbagai pengobatan.

Pendarahan

Pada saat proses tato mungkin saja terjadi pendarahan yang berlebihan sehingga tinta sulit menembus kulit karena tercampur dengan darah, akibatnya pendarahan semakin meningkat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *